Berikut ini adalah beberapa tips penting organisasi.org seputar penjagaan dan perawatan dasar usb flash disk :
1. Jangan dijatuhkan atau dipukul-pukul dengan benda keras agar komponen di dalamnya tidak rusak.
2. Hindari suhu panas termasuk terkena sinar matahari langsung serta suhu dingin yang terlalu dingin agar komponen tidak rusak.
3. Jangan dicemplungkan ke dalam air kecuali yakin benar-benar anti air dengan garansi penuh.
4. Hindari medan magnet tinggi seperti speaker, dinamo, dan lain-lain agar media penyimpanan tidak terganggu.
5. Simpanlah flahs disk usb kita di tempat yang benar agar kita tidak lupa menaruhnya akibat ukuran flash disk yang kecil. Simpan di tempat yang bersih dan tertutup dengan baik agar komponen tidak kotor.
6. Selalu buat copy data cadangan atau backup data di komputer atau laptop kita yang dilindungi anti virus atau media lain seperti cd dan dvd agar jika data hilang kita tidak panik dan stress.
7. Setelah kita gunakan di komputer lain lakukan pemindaian atau scan dengan antivirus yang terbaru dan terupdate rutin agar aman dari virus yang ikutan mendompleng usb flash drive bisa diberantas.
8. Jangan langsung mencabut usb flashdisk ketika selesai digunakan agar tidak rusak datanya. Gunakan metode eject atau stop untuk mematikannya terlebih dulu sebelum kita cabut.
9. Normalnya usb flash disk dapat digunakan sebanyak ribuan atau jutaan kali diisi dan dihapus data. Setelah itu flashdisk akan lemah, mati atau rusak. Sebaiknya tidak bekerja atau mengedit pada file yang ada di flash disk. Kopi dulu ke hard disk drive lalu edit, dan setelah selesai kopi kembali file yang sudah diedit ke dalam flah disk.
10. Pilih merek produk flashdisk yang garansi dan purna jual bagus kalau perlu ltw singkatan dari life time warranty. Simpan bon pembelian dengan baik untuk klaim penggantian baru atau perbaikan bila rusak.
11. Jangan terlalu sering format flash disk karena dapat rusak dan mengurangi jumlah batasan hapus tulis. Jika melakukan manage flash disk pilihlah cluster terbesar agar kerja flashdisk tidak berat.
12. Jika ada waktu defrag flash disk anda agar struktur data di dalam flash disk bisa diatur agar kinerja flashdisk kita lebih optimal.
Sekian tips usb flash disk ini kami sampaikan. Kurang lebihnya kami mohon maaf sebesar-besarnya. Tambahkan bila ada tambahan :)
Selasa, 23 November 2010
De Lejen Op Benyamin Sueb
Benyamin Sueb - Seniman Betawi Serba Bisa (1939-1995)
Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. Celetukan "muke lu jauh" atau"kingkong lu lawan" pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini.
Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya.
Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai "imbalan".
Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak.
Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat - menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan "alat musik" itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu.
Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi.
Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.
SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, "Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!" Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.
Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. "Tergantung kondisi," kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya.
Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. Pada 1959, ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima . "Tidak ada pilihan lain," katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan Banteng - Pasar Rumput. Itu pun tidak lama. "Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu," tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan.
Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.
Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.
Sebenarnya selain menekuni dunia seni, Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang "serius" diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964), bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969).
Dari berkesenian, hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi getir. Debutnya Si Jampang, mengalir setelah itu Kompor Mleduk belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya, Begini Begitu (duet Ida Royani), Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya Benyamin yang lain.
Tidak puas dengan hanya menyanyi, Benyamin lalu main film. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya. Seniman yang suka "mengomel" bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film. Selain Benyamin tercatat diantaranya Bing Slamet, Ateng, dan Bagio.
Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976), Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975).
Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong Blo"on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974), Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976), Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973.
Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film - diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975) - bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). Sayang, usahanya mengalami kemunduran, dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979.
Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya. Seperti layaknya semua orang, ada proses dimana Benyamin "hanya" menjadi figuran atau paling mentok menjadi aktor pembantu. Dalam hal ini, paling tidak ada dua nama yang patut disebut, yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya. Walau sudah merintis karir sebagai "bintang film" lewat film perdananya, Banteng Betawi (Nawi Ismail,1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail, 1970), tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Benyamin.
Dalam "berguru" dengan Bing Slamet, Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik - seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Terlihat dengan jelas, di film Ambisi (Nya Abbas Acup, 1973) -sebuah "komidi musikal" yang diotaki oleh Bing Slamet - Benyamin menjadi teman sang aktor utama, Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.
Di film ini, sudah terlihat gaya "asal goblek" Benyamin yang penuh improvisasi dan memancing tawa. Di sini, dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur. Tetapi, sebenarnya, setahun sebelumnya, Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan, 1972). Karena itulah, saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974, Benyamin tak dapat menahan tangisnya.
Dengan Sjuman Djaya, Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya, 1973). Dirinya menjadi ayah si Doel, yang diperankan oleh Rano Karno kecil. Perannya serius tapi, seperti stereotipe orang Betawi, kocak dan tetap "asal goblek".
Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri, terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan Aksan Syuman, dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya, Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975). Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya, dan meraih Piala Citra.
Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel, Benyamin sebagai ayahnya - selain theme song-nya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja. Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung, tapi kehadirannya sungguh bermakna.
Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama, tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula. Film itu adalah Drakula Mantu, karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974. Film bergenre komedi horor itu "memaksa" Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok, si aktor tiga zaman. Begitulah, meski beberapa kali pernah tidak "menjabat" sebagai aktor utama, tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu.
Penyanyi Beneran
Tahun 1992, saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry Sabar, "Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran."
Maka, bersama Harry Sabar (alm), Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya, jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut. Inilah band dan album terakhir Benyamin.
"Di lagu itu, entah kenapa, Ben menyanyi seperti berdoa, khusuk. Coba saja
dengar Ampunan," jelas Harry waktu itu, sang music director. "Mungkin sudah tahu
kalau hidupnya tinggal sebentar," imbuhnya. Memang betul, setelah album itu
keluar, Benyamin sakit keras, dan rencana promosi ditunda dan tak pernah lagi
terwujud kecuali beberapa pentas.
Di album ini, Benyamin menyanyi dengan "serius". Tetapi, lagi-lagi, seserius apa pun, tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkal-pingkal saat Benyamin rekaman lagu I"m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock, diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel.
Yang menarik, masih menurut Harry, saat Benyamin menonton Earth, Wind, and Fire di Amerika - saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana - dia langsung komentar, "Nyanyi yang kayak gitu, asyik kali ye?", dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu, salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles.
Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi, melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Karena itu banyak orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa.
Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga masyarakat, khususnya warga Jakarta. Sebut saja, aje gile, ma"di kepe, atau ma"di rodok, yang semuanya lahir dari lidah Benyamin.
Biodata
Nama: Benyamin Sueb
Lahir: Jakarta, 5 Maret 1939
Meninggal: Jakarta, 5 September 1995
Isteri: Noni (Menikah tahun 1959)
Pendidikan:
• Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan, Jakarta (1960)
• Akademi Bank Jakarta, Jakarta (tidak tamat)
• SMA Taman Madya (Taman Siswa), Jakarta (1958)
• SMPN Menteng, Jakarta (1955)
Riwayat Pekerjaan:
• Aktor, penyanyi, penghibur
• Kondektur PPD (1959)
• Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960)
• Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968)
• Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969)
Penghargaan:
• Meraih Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) bersama Rima Melati
• Meraih Piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975)
Film yang dibintangi:
• 01. Honey Money and Jakarta Fair (1970)
• 02. Dunia Belum Kiamat (1971)
• 03. Hostess Anita (1971)
• 04. Brandal-brandal Metropolitan (1971)
• 05. Banteng Betawi (1971)
• 06. Bing Slamet Setan Jalanan (1972)
• 07. Angkara Murka (1972)
• 08. Intan Berduri (1972)
• 09. Biang Kerok (1972)
• 10. Si Doel Anak Betawi (1973)
• 11. Akhir Sebuah Impian (1973)
• 12. Jimat Benyamin (1973)
• 13. Biang Kerok Beruntung (1973)
• 14. Percintaan (1973)
• 15. Cukong Bloon (1973)
• 16. Ambisi (1973)
• 17. Benyamin Brengsek (1973)
• 18. Si Rano (1973)
• 19. Bapak Kawin Lagi (1973)
• 20. Musuh Bebuyutan (1974)
• 21. Ratu Amplop (1974)
• 22. Benyamin Si Abu Nawas (1974)
• 23. Benyamin spion 025 (1974)
• 24. Tarzan Kota (1974)
• 25. Drakula Mantu (1974)
• 26. Buaya Gile (1975)
• 27. Benyamin Tukang Ngibul (1975)
• 28. Setan Kuburan (1975)
• 29. Benyamin Koboi Ngungsi (1975)
• 30. Benyamin Raja Lenong (1975)
• 31. Traktor Benyamin (1975)
• 32. Samson Betawi (1975)
• 33. Zorro Kemayoran (1976)
• 34. Hipies Lokal (1976)
• 35. Si Doel Anak Modern (1976)
• 36. Tiga Jango (1976)
• 37. Benyamin Jatuh Cinta (1976)
• 38. Tarzan Pensiunan (1976)
• 39. Pinangan (1976)
• 40. Sorga (1977)
• 41. Raja Copet (1977)
• 42. Tuan, Nyonya dan Pelayan (1977)
• 43. Selangit Mesra (1977)
• 44. Duyung Ajaib (1978)
• 45. Dukun Kota (1978)
• 46. Betty Bencong Slebor (1978)
• 47. Bersemi Di Lembah Tidar (1978)
• 48. Musang Berjanggut (1981)
• 49. Tante Girang (1983)
• 50. Sama Gilanya (1983)
• 51. Dunia Makin Tua/Asal Tahu Saja (1984)
• 52. Koboi Insyaf/Komedi lawak "88 (1988)
• 53. Kabayan Saba Kota (1992)
Benyamin, Enggak "Ade Duenye"
Meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 1973 lewat film Intan Berduri dan 1974 dengan Si Doel Anak Modern tidak menepis popularitas Benyamin Suaeb sebagai penyanyi. Lagu-lagunya yang menggunakan bahasa khas Betawi juga tidak menjadi penghalang bagi pendengar kaset atau penonton pertunjukannya untuk menikmati keserbabisaan Benyamin di atas panggung.
Selain digandrungi di negerinya sendiri, Benyamin juga sangat dikenal di Malaysia. Bahkan, dia sempat manggung di Moskwa, Rusia.
Jauh sebelum Iwan Fals melancarkan protes lewat Bento dan Bongkar tahun 1990, Benyamin sudah melakukan hal yang sama dengan lagu Digusur 20 tahun sebelumnya. Hanya saja, Benyamin menggunakan bahasa khas Betawi yang sarat humor sehingga Digusur justru menimbulkan senyum Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Sementara lagunya yang mengkritik pemerintah, berjudul Pungli, memperoleh penghargaan dari Kopkamtib. Lagu itu dianggap menunjang program Operasi Tertib yang sedang digalakkan pemerintah tahun 1977.
Orang pertama yang membuat Benyamin berani menjadi penyanyi adalah Bing Slamet. Setelah menyerahkan lagu ciptaannya, Nonton Bioskop, untuk direkam Bing Slamet, Benyamin justru disarankan membawakan sendiri lagu itu.
Lagu yang berirama pop itu sempat populer lewat suara Bing Slamet. Tak heran jika air mata Benyamin mengalir deras dan menangis sesenggukan ketika Bing Slamet tutup usia pada 17 Desember 1974. Anak Kemayoran yang lahir sebagai Benyamin Suaeb dan namanya diabadikan pada sebuah jalan di tempat kelahirannya itu mulai menjadi penyanyi pop sebelum dikenal sebagai penyanyi khas lagu Betawi dan bintang film. Ia mendirikan grup Melodi Ria tahun 1957 dan bermain bersama pemusik jazz Jack Lesmana dan Bill Saragih, serta si penyanyi Patah Hati, Rachmat Kartolo.
Melodi Ria beranggotakan Rachman A (gitar melodi), Heri Sukarjo (bas betot), Achmad (klarinet), Imam Kartolo (piano, saksofon), Suparlan (gitar), Saidi S (bongo), Eli Srikudus (penyanyi), Rachmat Kartolo (penyanyi), dan Benyamin (penyanyi). Bersama grup ini, Benyamin sempat merekam sejumlah lagu, antara lain Kisah Cinta, Panon Hideung, Nonton Bioskop, dan Si Neneng.
Naga Mustika
Kiprahnya dalam musik pop membawa Benyamin ke klub-klub malam. Saat itu dia menyanyikan lagu-lagu Barat seperti Unchained Melody, Blue Moon, dan El Mondo. Tetapi, apesnya, sebagaimana Koes Bersaudara yang dijebloskan ke penjara karena membawakan lagu-lagu The Beatles, Benyamin juga diganyang dan dilarang manggung di klub-klub malam.
Larangan membawakan lagu ngak-ngik-ngok atau lagu Barat itu dikeluarkan oleh Presiden Soekarno tahun 1965. Tetapi, Benyamin ternyata tidak patah arang. Dia memutar otak dan sebagai jalan keluarnya ia menyanyikan lagu-lagu khas Betawi dengan iringan musik gambang kromong.
"Kalau tidak ada larangan Bung Karno, saya barangkali tidak akan pernah menjadi penyanyi lagu-lagu Betawi," kata penyanyi kelahiran Jakarta, 5 Maret 1939, ini kepada Kompas tahun 1994, satu tahun sebelum menutup usianya setelah kena serangan jantung ketika sedang bermain olahraga kesenangannya, sepak bola. Dia dirawat selama sembilan hari di Rumah Sakit Harapan Kita sebelum meninggal 5 September 1995.
Untuk melaksanakan niatnya membawakan lagu-lagu dengan ciri khas Betawi, Benyamin bergabung dengan grup gambang kromong Naga Mustika pimpinan Suryahanda. Keberhasilan Benyamin tidak terlepas dari musik yang ditata "jago-jago" gambang kromong waktu itu, seperti Budiman BJ, Darmanto, dan Asep S.
Sebagai anggota grup Naga Mustika, Asep S juga menciptakan sejumlah lagu untuk dinyanyikan duet Benyamin dan Ida Royani, seperti Tukang Loak, Bertengkar, Si Bontot, Luntang- Lantung, Muara Angke, Si Jabrik, Nasib, Pelayan Toko, Si Denok, Petik Kembang, Layar Tancep, Pacar Biduan, Pulang Kerje, Tuak Manis, Tukang Grobak, Gara-Gara Anak, dan Pacar Biduan.
Duet Benyamin dan Ida Royani dengan lagu-lagu gambang kromongnya bisa dikatakan paling populer pada awal tahun 1970-an. Diperkirakan, mereka menyanyikan sekitar 150 lagu yang diciptakan Benyamin maupun pencipta lagu lainnya seperti Joko S atau abang Benyamin sendiri, Saidi Suaeb.
"Saya bertemu pertama kali dengan Benyamin di Studio Dimita. Pemilik studio itu, Oom Dick Tamimi, menawarkan saya membawakan lagu ciptaan seorang yang belum saya kenal. Ketika diperkenalkan, saya bertemu seorang pemuda yang dekil dan bersandal jepit. Dia senyum-senyum kepada saya. Lagunya yang berirama pop, saya tolak. Soalnya waktu itu saya dikenal sebagai penyanyi yang fensi (trendi) dengan celana hot pants dan sepatu lars," kenang Ida Royani yang sekarang berusia 50 tahun ketika dihubungi awal Februari 2004.
Akan tetapi, entah mengapa, ketika Dick Tamimi kemudian menawarkan berduet dengan pemuda dekil itu pada tahun 1970, Ida bersedia. Padahal, penggemarnya banyak yang protes dan merasa Ida yang populer dengan lagu-lagu popnya dianggap tidak cocok berduet dengan Benyamin. Namun, Ida jalan terus dan sampai tahun 1990, atau 20 tahun kemudian, masih berduet dengan Benyamin dalam rekaman maupun tampil di atas panggung.
Lagu-lagu Benyamin dan Ida Royani adalah gambaran nyata kehidupan masyarakat Betawi. Begitu melihat judulnya saja, langsung bisa dirasakan kebetawiannya. Ada Ngidam Lagi, Ngupi, Nonton Cokek, Ondel-Ondel, Onta Punya Cerita, Pendaringan, Penganten Sunat, Kompor Meleduk, Roti Gambang, Layar Tancep, atau Pulang Kerje.
"Meskipun beberapa di antara lagu-lagunya berbau Sunda, Benyamin membuatnya
menjadi milik Betawi. Misalnya, Ayun Ambing, lagu yang meninabobokan anak," ujar
seniman Betawi, SM Ardan, sambil menambahkan bahwa lagu-lagu Benyamin juga
berlirik kocak dengan gaya Betawi.
Coba lihat lirik Nonton Bioskop: Jalan kaki di gang gelap/Pulang-pulang nginjek gituan (kotoran manusia). Dan juga sangat nakal sehingga sering bagaikan "pisau bermata dua" atau berkonotasi porno: Gimane lobangnya aje/Kecil atawe gede (lagu Tukang Solder).
Atau dalam lagu Perkutut. Liriknya begini: Burung gue pegangin (Benyamin)/Ogah ah/Mendingan dilepasin (Ida Royani)/Ntar die menclok di wuwungan laen (Benyamin)/Pengen tahu die menclok sembarangan/Gue jepret (Ida Royani).
Sampai tahun 1974 Benyamin menghasilkan sekitar 20 album yang berisikan lagu-lagu yang dia nyanyikan sendiri maupun berduet dengan penyanyi lain. Nyebur-nya penyanyi yang memperoleh penghargaan dari Yayasan Husni Thamrin pada tahun 1974 untuk pengabdiannya dalam bidang musik ini bersama musik gambang kromong ke industri musik Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh apa yang dilakukan Vivi Sumanti dan Lilies Suryani, yang sudah terlebih dahulu menyanyi dengan iringan musik yang biasanya mengiringi pertunjukan lenong ini.
"Kelebihan Benyamin adalah lagak dan gayanya, selain lirik lagu. Kami sempat
manggung ke seluruh Indonesia. Di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Irian,
kebanyakan penonton tidak mengerti bahasa Betawi. Tetapi, mereka tertawa
terpingkal-pingkal melihat Benyamin di atas panggung," kenang Ida Royani yang
menikah dengan pemusik Keenan Nasution tahun 1979.
Mewakili zamannya
Menelaah lagu-lagu Benyamin, kita juga bisa langsung membaca keadaan pada waktu lagu-lagu itu dibawakan. Hostess (istilah untuk wanita-wanita muda yang bekerja di kelab malam) menggambarkan pengalaman Benyamin ketika malang melintang di kehidupan malam Jakarta. Demikian juga steambath yang merekam praktik prostitusi terselubung yang marak di kota-kota besar pada tahun 1970-an.
Bayi Tabung adalah rekaman peristiwa yang menjadi topik sejarah saat lagu itu diluncurkan. Sementara kata taisen, yang kemudian di kalangan muda-mudi artinya menjadi pacar, berasal dari judi hwahwe yang marak di Jakarta akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Judi itu menjanjikan 36 angka keberuntungan dengan simbol binatang pada setiap angkanya. Angka 1 (ikan bandeng), misalnya, taisen-nya angka 5 (singa), angka 30 (monyet) taisen-nya angka 23 (ikan mas koki), dan seterusnya. "Kalau adek jadi ikan mas koki, abang yang jadi taisennya... monyet dong," kata Benyamin dalam salah satu lirik lagunya. Walaupun judul lagu Benyamin sering terkesan "sembarangan", seperti Brang Breng Brong (yang diciptakannya bersama Bing Slamet), Cong Cong Balicong, Kompal Kampil, Petangtang Petingting, atau Abakikik Abakikuk, masyarakat yang menerima kebiasaannya itu justru bertambah luas. Kebiasaan ini terus terlihat dalam lagu yang lain, Bom Pim Pah (duetnya bersama Rita Sahara), atau duetnya bersama Euis Darliah, Ngaca, atau yang dinyanyikannya sendiri, Ngaco atau Mumpung.
Bukan hanya judul dihasilkannya seketika, lirik lagunya juga muncul spontan. Judul dan lirik lagu Begini Begitu idenya muncul begitu saja di studio rekaman. "Kalau saya kehabisan ide, biasanya saya berteriak atau ngedumel. Eh, enggak tahunya, teriak atau dumelan saya itu menjadi kata yang pas untuk lagu saya," kata Benyamin pada suatu ketika.
"Itu yang namanya senggakan. Biasanya yang demikian itu memang muncul secara
spontan, sebagaimana dialog-dialog pemain lenong, muncul begitu saja di atas
panggung," komentar SM Ardan, yang sekarang sedang menyusun biografi aktor
Sukarno M Noor.
Di samping pop dan gambang kromong, Benyamin juga merambah jenis musik yang sedang mewabah pada tahun 1970-an, seperti blues, rock, hustle, dan disko. Walau demikian, Benyamin tidak lupa pada keroncong dan seriosa, sebagaimana Blues Kejepit Pintu, Seriosa, Kroncong Kompeni, Stambul Nona Manis, atau Stambul Kelapa Puan.
Keserbabisaan Benyamin yang lain ditunjukannya dalam lagu Disangka Nyolong atau Dingin Dingin Dimandiin, yang dibawakannya dengan dengan gaya menangis, tetapi tetap saja menimbulkan tawa pendengarnya.
Benyamin juga tidak lupa menyanyi tanpa canda seperti Abang Husni Thamrin atau Mengapa Harus Jumpa. Keseriusannya menyanyi diperlihatkan ketika dia membentuk grup Al Hadj pada tahun 1992, yang terdiri atas pemusik rock: Harry Sabar, Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya.
Benyamin menyanyikan lagu-lagu berirama rock, blues, dan metal: Biang Kerok, Maaf Kutak Datang, Ampunan, Mojok, I"m A Teacher, Kisah Kucing Tua, Balada Dalam Penjara, Dingin Dingin Dimandiin, Seliweran, dan Tragedi Cinta. "Waktu itu dia mengatakan ingin menyanyi lagu rock sebagaimana Achmad Albar dari God Bless. Maka kami membuat lagu dan musik yang sesuai dengan karakternya. Dia bernyanyi sangat luar biasa. Album bersama Al Hadj barangkali merupakan rekamannya yang terakhir," ujar Harry Sabar yang menciptakan Biang Kerok.
Selain merekam sekitar 300 lagu (berduet dan menyanyi sendiri dalam periode 1964-1992), Benyamin juga menghasilkan sekitar 53 film dari tahun 1970 hingga 1992. Ini belum termasuk sinetron Si Doel Anak Sekolahan (1994), dengan celetukan khas dia, "tukang insinyur", yang muncul di sini. Lalu Mat Beken dan Bergaya FM (1995). Untuk mengenang Benyamin S, Titiek Puspa menciptakan lagu dengan judul Ben yang dibawakannya sendiri ketika diadakan acara "Mengenang H Benyamin S" di Istora Senayan, Jakarta, 22 Oktober 1995.
Liriknya antara lain sebagai berikut:
".. Dia Jakarta asli Tetapi dicinta se-Nusantara Dia yang
rendah hati Hidup rukun tanpa perkara Jiwa raga seni semata Taatnya pada agama
Terpanggil-Mu saat jayanya Oh Ben kau telah pergi Pergi takkan kembali Bangga
kagum dan cinta Engkau satu tiada duanya. Benyamin memang enggak ade duenye
..."
Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. Celetukan "muke lu jauh" atau"kingkong lu lawan" pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini.
Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya.
Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai "imbalan".
Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak.
Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat - menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi, keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan "alat musik" itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu.
Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan (keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi.
Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.
SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi, masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam, "Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!" Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.
Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. "Tergantung kondisi," kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya.
Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. Pada 1959, ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima . "Tidak ada pilihan lain," katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan Banteng - Pasar Rumput. Itu pun tidak lama. "Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu," tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan.
Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.
Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.
Sebenarnya selain menekuni dunia seni, Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang "serius" diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964), bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969).
Dari berkesenian, hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi getir. Debutnya Si Jampang, mengalir setelah itu Kompor Mleduk belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya, Begini Begitu (duet Ida Royani), Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya Benyamin yang lain.
Tidak puas dengan hanya menyanyi, Benyamin lalu main film. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya. Seniman yang suka "mengomel" bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film. Selain Benyamin tercatat diantaranya Bing Slamet, Ateng, dan Bagio.
Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976), Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975).
Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong Blo"on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974), Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976), Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973.
Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film - diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975) - bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). Sayang, usahanya mengalami kemunduran, dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979.
Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya. Seperti layaknya semua orang, ada proses dimana Benyamin "hanya" menjadi figuran atau paling mentok menjadi aktor pembantu. Dalam hal ini, paling tidak ada dua nama yang patut disebut, yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya. Walau sudah merintis karir sebagai "bintang film" lewat film perdananya, Banteng Betawi (Nawi Ismail,1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail, 1970), tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Benyamin.
Dalam "berguru" dengan Bing Slamet, Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik - seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Terlihat dengan jelas, di film Ambisi (Nya Abbas Acup, 1973) -sebuah "komidi musikal" yang diotaki oleh Bing Slamet - Benyamin menjadi teman sang aktor utama, Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.
Di film ini, sudah terlihat gaya "asal goblek" Benyamin yang penuh improvisasi dan memancing tawa. Di sini, dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur. Tetapi, sebenarnya, setahun sebelumnya, Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan, 1972). Karena itulah, saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974, Benyamin tak dapat menahan tangisnya.
Dengan Sjuman Djaya, Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya, 1973). Dirinya menjadi ayah si Doel, yang diperankan oleh Rano Karno kecil. Perannya serius tapi, seperti stereotipe orang Betawi, kocak dan tetap "asal goblek".
Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri, terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan Aksan Syuman, dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya, Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975). Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya, dan meraih Piala Citra.
Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel, Benyamin sebagai ayahnya - selain theme song-nya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja. Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung, tapi kehadirannya sungguh bermakna.
Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama, tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula. Film itu adalah Drakula Mantu, karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974. Film bergenre komedi horor itu "memaksa" Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok, si aktor tiga zaman. Begitulah, meski beberapa kali pernah tidak "menjabat" sebagai aktor utama, tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu.
Penyanyi Beneran
Tahun 1992, saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry Sabar, "Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran."
Maka, bersama Harry Sabar (alm), Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya, jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut. Inilah band dan album terakhir Benyamin.
"Di lagu itu, entah kenapa, Ben menyanyi seperti berdoa, khusuk. Coba saja
dengar Ampunan," jelas Harry waktu itu, sang music director. "Mungkin sudah tahu
kalau hidupnya tinggal sebentar," imbuhnya. Memang betul, setelah album itu
keluar, Benyamin sakit keras, dan rencana promosi ditunda dan tak pernah lagi
terwujud kecuali beberapa pentas.
Di album ini, Benyamin menyanyi dengan "serius". Tetapi, lagi-lagi, seserius apa pun, tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkal-pingkal saat Benyamin rekaman lagu I"m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock, diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel.
Yang menarik, masih menurut Harry, saat Benyamin menonton Earth, Wind, and Fire di Amerika - saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana - dia langsung komentar, "Nyanyi yang kayak gitu, asyik kali ye?", dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu, salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles.
Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi, melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Karena itu banyak orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa.
Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga masyarakat, khususnya warga Jakarta. Sebut saja, aje gile, ma"di kepe, atau ma"di rodok, yang semuanya lahir dari lidah Benyamin.
Biodata
Nama: Benyamin Sueb
Lahir: Jakarta, 5 Maret 1939
Meninggal: Jakarta, 5 September 1995
Isteri: Noni (Menikah tahun 1959)
Pendidikan:
• Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan, Jakarta (1960)
• Akademi Bank Jakarta, Jakarta (tidak tamat)
• SMA Taman Madya (Taman Siswa), Jakarta (1958)
• SMPN Menteng, Jakarta (1955)
Riwayat Pekerjaan:
• Aktor, penyanyi, penghibur
• Kondektur PPD (1959)
• Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960)
• Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968)
• Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969)
Penghargaan:
• Meraih Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) bersama Rima Melati
• Meraih Piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975)
Film yang dibintangi:
• 01. Honey Money and Jakarta Fair (1970)
• 02. Dunia Belum Kiamat (1971)
• 03. Hostess Anita (1971)
• 04. Brandal-brandal Metropolitan (1971)
• 05. Banteng Betawi (1971)
• 06. Bing Slamet Setan Jalanan (1972)
• 07. Angkara Murka (1972)
• 08. Intan Berduri (1972)
• 09. Biang Kerok (1972)
• 10. Si Doel Anak Betawi (1973)
• 11. Akhir Sebuah Impian (1973)
• 12. Jimat Benyamin (1973)
• 13. Biang Kerok Beruntung (1973)
• 14. Percintaan (1973)
• 15. Cukong Bloon (1973)
• 16. Ambisi (1973)
• 17. Benyamin Brengsek (1973)
• 18. Si Rano (1973)
• 19. Bapak Kawin Lagi (1973)
• 20. Musuh Bebuyutan (1974)
• 21. Ratu Amplop (1974)
• 22. Benyamin Si Abu Nawas (1974)
• 23. Benyamin spion 025 (1974)
• 24. Tarzan Kota (1974)
• 25. Drakula Mantu (1974)
• 26. Buaya Gile (1975)
• 27. Benyamin Tukang Ngibul (1975)
• 28. Setan Kuburan (1975)
• 29. Benyamin Koboi Ngungsi (1975)
• 30. Benyamin Raja Lenong (1975)
• 31. Traktor Benyamin (1975)
• 32. Samson Betawi (1975)
• 33. Zorro Kemayoran (1976)
• 34. Hipies Lokal (1976)
• 35. Si Doel Anak Modern (1976)
• 36. Tiga Jango (1976)
• 37. Benyamin Jatuh Cinta (1976)
• 38. Tarzan Pensiunan (1976)
• 39. Pinangan (1976)
• 40. Sorga (1977)
• 41. Raja Copet (1977)
• 42. Tuan, Nyonya dan Pelayan (1977)
• 43. Selangit Mesra (1977)
• 44. Duyung Ajaib (1978)
• 45. Dukun Kota (1978)
• 46. Betty Bencong Slebor (1978)
• 47. Bersemi Di Lembah Tidar (1978)
• 48. Musang Berjanggut (1981)
• 49. Tante Girang (1983)
• 50. Sama Gilanya (1983)
• 51. Dunia Makin Tua/Asal Tahu Saja (1984)
• 52. Koboi Insyaf/Komedi lawak "88 (1988)
• 53. Kabayan Saba Kota (1992)
Benyamin, Enggak "Ade Duenye"
Meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 1973 lewat film Intan Berduri dan 1974 dengan Si Doel Anak Modern tidak menepis popularitas Benyamin Suaeb sebagai penyanyi. Lagu-lagunya yang menggunakan bahasa khas Betawi juga tidak menjadi penghalang bagi pendengar kaset atau penonton pertunjukannya untuk menikmati keserbabisaan Benyamin di atas panggung.
Selain digandrungi di negerinya sendiri, Benyamin juga sangat dikenal di Malaysia. Bahkan, dia sempat manggung di Moskwa, Rusia.
Jauh sebelum Iwan Fals melancarkan protes lewat Bento dan Bongkar tahun 1990, Benyamin sudah melakukan hal yang sama dengan lagu Digusur 20 tahun sebelumnya. Hanya saja, Benyamin menggunakan bahasa khas Betawi yang sarat humor sehingga Digusur justru menimbulkan senyum Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Sementara lagunya yang mengkritik pemerintah, berjudul Pungli, memperoleh penghargaan dari Kopkamtib. Lagu itu dianggap menunjang program Operasi Tertib yang sedang digalakkan pemerintah tahun 1977.
Orang pertama yang membuat Benyamin berani menjadi penyanyi adalah Bing Slamet. Setelah menyerahkan lagu ciptaannya, Nonton Bioskop, untuk direkam Bing Slamet, Benyamin justru disarankan membawakan sendiri lagu itu.
Lagu yang berirama pop itu sempat populer lewat suara Bing Slamet. Tak heran jika air mata Benyamin mengalir deras dan menangis sesenggukan ketika Bing Slamet tutup usia pada 17 Desember 1974. Anak Kemayoran yang lahir sebagai Benyamin Suaeb dan namanya diabadikan pada sebuah jalan di tempat kelahirannya itu mulai menjadi penyanyi pop sebelum dikenal sebagai penyanyi khas lagu Betawi dan bintang film. Ia mendirikan grup Melodi Ria tahun 1957 dan bermain bersama pemusik jazz Jack Lesmana dan Bill Saragih, serta si penyanyi Patah Hati, Rachmat Kartolo.
Melodi Ria beranggotakan Rachman A (gitar melodi), Heri Sukarjo (bas betot), Achmad (klarinet), Imam Kartolo (piano, saksofon), Suparlan (gitar), Saidi S (bongo), Eli Srikudus (penyanyi), Rachmat Kartolo (penyanyi), dan Benyamin (penyanyi). Bersama grup ini, Benyamin sempat merekam sejumlah lagu, antara lain Kisah Cinta, Panon Hideung, Nonton Bioskop, dan Si Neneng.
Naga Mustika
Kiprahnya dalam musik pop membawa Benyamin ke klub-klub malam. Saat itu dia menyanyikan lagu-lagu Barat seperti Unchained Melody, Blue Moon, dan El Mondo. Tetapi, apesnya, sebagaimana Koes Bersaudara yang dijebloskan ke penjara karena membawakan lagu-lagu The Beatles, Benyamin juga diganyang dan dilarang manggung di klub-klub malam.
Larangan membawakan lagu ngak-ngik-ngok atau lagu Barat itu dikeluarkan oleh Presiden Soekarno tahun 1965. Tetapi, Benyamin ternyata tidak patah arang. Dia memutar otak dan sebagai jalan keluarnya ia menyanyikan lagu-lagu khas Betawi dengan iringan musik gambang kromong.
"Kalau tidak ada larangan Bung Karno, saya barangkali tidak akan pernah menjadi penyanyi lagu-lagu Betawi," kata penyanyi kelahiran Jakarta, 5 Maret 1939, ini kepada Kompas tahun 1994, satu tahun sebelum menutup usianya setelah kena serangan jantung ketika sedang bermain olahraga kesenangannya, sepak bola. Dia dirawat selama sembilan hari di Rumah Sakit Harapan Kita sebelum meninggal 5 September 1995.
Untuk melaksanakan niatnya membawakan lagu-lagu dengan ciri khas Betawi, Benyamin bergabung dengan grup gambang kromong Naga Mustika pimpinan Suryahanda. Keberhasilan Benyamin tidak terlepas dari musik yang ditata "jago-jago" gambang kromong waktu itu, seperti Budiman BJ, Darmanto, dan Asep S.
Sebagai anggota grup Naga Mustika, Asep S juga menciptakan sejumlah lagu untuk dinyanyikan duet Benyamin dan Ida Royani, seperti Tukang Loak, Bertengkar, Si Bontot, Luntang- Lantung, Muara Angke, Si Jabrik, Nasib, Pelayan Toko, Si Denok, Petik Kembang, Layar Tancep, Pacar Biduan, Pulang Kerje, Tuak Manis, Tukang Grobak, Gara-Gara Anak, dan Pacar Biduan.
Duet Benyamin dan Ida Royani dengan lagu-lagu gambang kromongnya bisa dikatakan paling populer pada awal tahun 1970-an. Diperkirakan, mereka menyanyikan sekitar 150 lagu yang diciptakan Benyamin maupun pencipta lagu lainnya seperti Joko S atau abang Benyamin sendiri, Saidi Suaeb.
"Saya bertemu pertama kali dengan Benyamin di Studio Dimita. Pemilik studio itu, Oom Dick Tamimi, menawarkan saya membawakan lagu ciptaan seorang yang belum saya kenal. Ketika diperkenalkan, saya bertemu seorang pemuda yang dekil dan bersandal jepit. Dia senyum-senyum kepada saya. Lagunya yang berirama pop, saya tolak. Soalnya waktu itu saya dikenal sebagai penyanyi yang fensi (trendi) dengan celana hot pants dan sepatu lars," kenang Ida Royani yang sekarang berusia 50 tahun ketika dihubungi awal Februari 2004.
Akan tetapi, entah mengapa, ketika Dick Tamimi kemudian menawarkan berduet dengan pemuda dekil itu pada tahun 1970, Ida bersedia. Padahal, penggemarnya banyak yang protes dan merasa Ida yang populer dengan lagu-lagu popnya dianggap tidak cocok berduet dengan Benyamin. Namun, Ida jalan terus dan sampai tahun 1990, atau 20 tahun kemudian, masih berduet dengan Benyamin dalam rekaman maupun tampil di atas panggung.
Lagu-lagu Benyamin dan Ida Royani adalah gambaran nyata kehidupan masyarakat Betawi. Begitu melihat judulnya saja, langsung bisa dirasakan kebetawiannya. Ada Ngidam Lagi, Ngupi, Nonton Cokek, Ondel-Ondel, Onta Punya Cerita, Pendaringan, Penganten Sunat, Kompor Meleduk, Roti Gambang, Layar Tancep, atau Pulang Kerje.
"Meskipun beberapa di antara lagu-lagunya berbau Sunda, Benyamin membuatnya
menjadi milik Betawi. Misalnya, Ayun Ambing, lagu yang meninabobokan anak," ujar
seniman Betawi, SM Ardan, sambil menambahkan bahwa lagu-lagu Benyamin juga
berlirik kocak dengan gaya Betawi.
Coba lihat lirik Nonton Bioskop: Jalan kaki di gang gelap/Pulang-pulang nginjek gituan (kotoran manusia). Dan juga sangat nakal sehingga sering bagaikan "pisau bermata dua" atau berkonotasi porno: Gimane lobangnya aje/Kecil atawe gede (lagu Tukang Solder).
Atau dalam lagu Perkutut. Liriknya begini: Burung gue pegangin (Benyamin)/Ogah ah/Mendingan dilepasin (Ida Royani)/Ntar die menclok di wuwungan laen (Benyamin)/Pengen tahu die menclok sembarangan/Gue jepret (Ida Royani).
Sampai tahun 1974 Benyamin menghasilkan sekitar 20 album yang berisikan lagu-lagu yang dia nyanyikan sendiri maupun berduet dengan penyanyi lain. Nyebur-nya penyanyi yang memperoleh penghargaan dari Yayasan Husni Thamrin pada tahun 1974 untuk pengabdiannya dalam bidang musik ini bersama musik gambang kromong ke industri musik Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh apa yang dilakukan Vivi Sumanti dan Lilies Suryani, yang sudah terlebih dahulu menyanyi dengan iringan musik yang biasanya mengiringi pertunjukan lenong ini.
"Kelebihan Benyamin adalah lagak dan gayanya, selain lirik lagu. Kami sempat
manggung ke seluruh Indonesia. Di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau Irian,
kebanyakan penonton tidak mengerti bahasa Betawi. Tetapi, mereka tertawa
terpingkal-pingkal melihat Benyamin di atas panggung," kenang Ida Royani yang
menikah dengan pemusik Keenan Nasution tahun 1979.
Mewakili zamannya
Menelaah lagu-lagu Benyamin, kita juga bisa langsung membaca keadaan pada waktu lagu-lagu itu dibawakan. Hostess (istilah untuk wanita-wanita muda yang bekerja di kelab malam) menggambarkan pengalaman Benyamin ketika malang melintang di kehidupan malam Jakarta. Demikian juga steambath yang merekam praktik prostitusi terselubung yang marak di kota-kota besar pada tahun 1970-an.
Bayi Tabung adalah rekaman peristiwa yang menjadi topik sejarah saat lagu itu diluncurkan. Sementara kata taisen, yang kemudian di kalangan muda-mudi artinya menjadi pacar, berasal dari judi hwahwe yang marak di Jakarta akhir 1960-an dan awal 1970-an.
Judi itu menjanjikan 36 angka keberuntungan dengan simbol binatang pada setiap angkanya. Angka 1 (ikan bandeng), misalnya, taisen-nya angka 5 (singa), angka 30 (monyet) taisen-nya angka 23 (ikan mas koki), dan seterusnya. "Kalau adek jadi ikan mas koki, abang yang jadi taisennya... monyet dong," kata Benyamin dalam salah satu lirik lagunya. Walaupun judul lagu Benyamin sering terkesan "sembarangan", seperti Brang Breng Brong (yang diciptakannya bersama Bing Slamet), Cong Cong Balicong, Kompal Kampil, Petangtang Petingting, atau Abakikik Abakikuk, masyarakat yang menerima kebiasaannya itu justru bertambah luas. Kebiasaan ini terus terlihat dalam lagu yang lain, Bom Pim Pah (duetnya bersama Rita Sahara), atau duetnya bersama Euis Darliah, Ngaca, atau yang dinyanyikannya sendiri, Ngaco atau Mumpung.
Bukan hanya judul dihasilkannya seketika, lirik lagunya juga muncul spontan. Judul dan lirik lagu Begini Begitu idenya muncul begitu saja di studio rekaman. "Kalau saya kehabisan ide, biasanya saya berteriak atau ngedumel. Eh, enggak tahunya, teriak atau dumelan saya itu menjadi kata yang pas untuk lagu saya," kata Benyamin pada suatu ketika.
"Itu yang namanya senggakan. Biasanya yang demikian itu memang muncul secara
spontan, sebagaimana dialog-dialog pemain lenong, muncul begitu saja di atas
panggung," komentar SM Ardan, yang sekarang sedang menyusun biografi aktor
Sukarno M Noor.
Di samping pop dan gambang kromong, Benyamin juga merambah jenis musik yang sedang mewabah pada tahun 1970-an, seperti blues, rock, hustle, dan disko. Walau demikian, Benyamin tidak lupa pada keroncong dan seriosa, sebagaimana Blues Kejepit Pintu, Seriosa, Kroncong Kompeni, Stambul Nona Manis, atau Stambul Kelapa Puan.
Keserbabisaan Benyamin yang lain ditunjukannya dalam lagu Disangka Nyolong atau Dingin Dingin Dimandiin, yang dibawakannya dengan dengan gaya menangis, tetapi tetap saja menimbulkan tawa pendengarnya.
Benyamin juga tidak lupa menyanyi tanpa canda seperti Abang Husni Thamrin atau Mengapa Harus Jumpa. Keseriusannya menyanyi diperlihatkan ketika dia membentuk grup Al Hadj pada tahun 1992, yang terdiri atas pemusik rock: Harry Sabar, Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya.
Benyamin menyanyikan lagu-lagu berirama rock, blues, dan metal: Biang Kerok, Maaf Kutak Datang, Ampunan, Mojok, I"m A Teacher, Kisah Kucing Tua, Balada Dalam Penjara, Dingin Dingin Dimandiin, Seliweran, dan Tragedi Cinta. "Waktu itu dia mengatakan ingin menyanyi lagu rock sebagaimana Achmad Albar dari God Bless. Maka kami membuat lagu dan musik yang sesuai dengan karakternya. Dia bernyanyi sangat luar biasa. Album bersama Al Hadj barangkali merupakan rekamannya yang terakhir," ujar Harry Sabar yang menciptakan Biang Kerok.
Selain merekam sekitar 300 lagu (berduet dan menyanyi sendiri dalam periode 1964-1992), Benyamin juga menghasilkan sekitar 53 film dari tahun 1970 hingga 1992. Ini belum termasuk sinetron Si Doel Anak Sekolahan (1994), dengan celetukan khas dia, "tukang insinyur", yang muncul di sini. Lalu Mat Beken dan Bergaya FM (1995). Untuk mengenang Benyamin S, Titiek Puspa menciptakan lagu dengan judul Ben yang dibawakannya sendiri ketika diadakan acara "Mengenang H Benyamin S" di Istora Senayan, Jakarta, 22 Oktober 1995.
Liriknya antara lain sebagai berikut:
".. Dia Jakarta asli Tetapi dicinta se-Nusantara Dia yang
rendah hati Hidup rukun tanpa perkara Jiwa raga seni semata Taatnya pada agama
Terpanggil-Mu saat jayanya Oh Ben kau telah pergi Pergi takkan kembali Bangga
kagum dan cinta Engkau satu tiada duanya. Benyamin memang enggak ade duenye
..."
Cara perawatan ikan cupang
Sering kali ikan cupang serit mengalami kerusakan dalam hal kesehatan dan keindahaannya. hal yang sering saya temui ekor ikan menjadi kuncup.Nah ini ada tipsnya biar ekor ikan nggak kuncup :
* Ekor ikan kuncup disebabkan oleh air dalam akuarium lama tidak dikuras bahkan sama sekali belum pernah dikuras dalam jangka waktu yang lama,oleh karena itu sering-seringlah menguras air yang ada di akuarium minimal 2-3 hari sekali
* Kemungkinan kedua adalah air yang dimasukan ke dalam akuarium langsung dari air PAM (belum diendapkan atau masih terlalu baru buat cupang anda),akan lebih baik bila air yang akan diisikan ke dalam akuarium tersebut diendapkan atau didiamkan kira-kira 2 hari lamanya, cara lain yang bisa dilakukan adalah membeli : yang bisa anda beli di toko-toko ikan hias dan berikan sewaktu anda mengisi akuarium tersebut.* Kalau sirip atas melengkung, itu disebabkan karena ikan terlalu sering bermain di permukaan air ,agar ikan kita tidak sering bermain di permukaan air , biasakanlah menyekat antara satu akuarium dengan akuarium yang lain tetapi sekatan itu hanya ditaruh setengah saja (dari bagian atas ke bagian tengan) jadi yang terlihat hanya bagian tengah hingga ke bawah.
* Ekor ikan kuncup disebabkan oleh air dalam akuarium lama tidak dikuras bahkan sama sekali belum pernah dikuras dalam jangka waktu yang lama,oleh karena itu sering-seringlah menguras air yang ada di akuarium minimal 2-3 hari sekali
* Kemungkinan kedua adalah air yang dimasukan ke dalam akuarium langsung dari air PAM (belum diendapkan atau masih terlalu baru buat cupang anda),akan lebih baik bila air yang akan diisikan ke dalam akuarium tersebut diendapkan atau didiamkan kira-kira 2 hari lamanya, cara lain yang bisa dilakukan adalah membeli : yang bisa anda beli di toko-toko ikan hias dan berikan sewaktu anda mengisi akuarium tersebut.* Kalau sirip atas melengkung, itu disebabkan karena ikan terlalu sering bermain di permukaan air ,agar ikan kita tidak sering bermain di permukaan air , biasakanlah menyekat antara satu akuarium dengan akuarium yang lain tetapi sekatan itu hanya ditaruh setengah saja (dari bagian atas ke bagian tengan) jadi yang terlihat hanya bagian tengah hingga ke bawah.
Jumat, 05 November 2010
Siklus-Siklus Pemrosesan Transaksi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Setiap organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi.
Sistem adalah kumpulan sumberdaya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang berguna yang dioleh sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Akuntasi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada beragam orang.
Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi . Informasi inilah dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
Siklus-Siklus Pemrosesan Transaksi
Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
1. Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2. Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
4. Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
Siklus-siklus transaksi yang lazim.
Siklus Peristiwa (Event) yang biasanya tercakup
Pendapatan
Pembelanjaan
Manajemen Sumberdaya
Konversi Produk
Pelaporan keuangan dan buku besar umum • Penjualan produk atau jasa
• Penerimaan tunai dari produk atau jasa yang terjual.
• Pembelian bahan atau jasa
• Pengeluaran tunai untuk membayar bahan atau jasa yang dibeli.
• Pembelian, pemeliharaan, dan pengeluaran dana, fasilitas, dan sumberdaya manusia.
• Konversi bahan baku menjadi barang jadi melalui penggunaan tenaga kerja dan overhead.
• Kompilasi transaksi-transaksi akunting dari siklus-siklus transaksi lainnya.
• Penyediaan laporan-laporan keuangan.
Sasaran dan Fungsi Siklus
Siklus buku besar umum dan pelaporan keuangan, menyediakan informasi untuk serangkaian laporan keuangan mengenai suatu lingkungan akunting.
Semua sistem buku besar umum harus melaksanakan :
1. Mengumpulkan data transaksi
2. Memproses arus masuk transaksi
3. Menyimpan data transaksi
4. Melakukan pengendalian akunting
5. Menyediakan laporan keuangan
6. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data dan perkiraan transaksi
Sumber Data dan Masukan
Sumber
Sistem buku umum menerima masukan dari berbagai macam sumber.
Sumber-sumber masukan buku besar umum adalah transaksi-transaksi keuangan yang secara tradisional telah dimasukkan ke dalam buku besar umum, yaitu :
• Tranaksi tidak rutin yang terjadi selama periode akunting.
• Transaksi penyesuaian akhir periode yang : (a) berulang dan (b) tidak berulang.
• Transaksi balikan (Reversing transaction).
Bentuk-Bentuk Masukan
• Sistem Manual . Dokumen sumber primer bagi system buku besar umum adalah lembar jurnal buku besar umum yang secara umum menggantikan lembar jurnal umum. Lembar jurnal biasanya disiapkan untuk setiap transaksi tidak rutin, penyesuaian, dan balikan. Lembar jurnal sering disapkan untuk meringkaskan hasil setumpuk transaksi rutin yang telah dimasukkan ke jurnal-jurnal khusus secara manual.
• Sistem Berdasarkan Komputer . Bentuknya berbeda dengan bentuk yang digunakan pada sistem manual.
Arus dan Pemrosesan Data
Dalam sistem tradisional, data transaksi mengalir ke dalam jurnal (baik jurnal khusus maupun jurnal umum), kemudian dibukukan ke buku besar pembantu, dan akhir dibukukan ke buku pembantu dan akhirnya dibukukan ke buku besar umum.
Dalam sistem berdasarkan komputer, data transaksi dimasukkan ke dari formulir dan untuk sementara disimpan di pita magnetik atau dipiringan magnetik.
Data Base
Data base yang menyangkut sistem buku besar umum dan pelaporan keuangan berisikan berbagai arsip induk, arsip transaksi, dan arsip riwayat. Disamping data keuangan mengenai status berjalan dan peristiwa-peristiwa yang lalu, data base juga memuat data yang dianggarkan yang berkaitan dengan operasi dan status masa depan yang direncanakan. Walaupun kandungan dan juga komposisi persisnya akan berbeda untuk setiap perusahaan arsip-arsip berikut cukup mewakili :
1. Arsip Induk Buku Besar Umum
2. Arsip Riwayat Buku Besar Umum
3. Arsip Induk Pusat Tanggungjawab
4. Arsip Induk Anggaran
5. Arsip Format Lapangan Keuangan
6. Arsip Lembar Jurnal Berjalan
7. Arsip Riwayat Lembar Jurnal.
Pengendalian Akunting
Sistem buku besar umum diharapkan menyediakan laporan-laporan yang andal bagi berbaga macam pengguna. Maka dari itu, sistem ini harus secara independent harus memeriksa sistem-sitem pemrosesan transaksi komponen, secara cermat memantau rangkaian transaksi non-rutin yang diterimanya dan secara akurat mencatat dan membukukan data dari semua transaksi.
Pengendalian Umum
Pengendalian umum yang sesuai adalah :
1. Organisatoris, fungsi membukukan lembar jurnal ke buku besar umum harus dipisahkan dari fungsi penyiapan dan pengesahan lembar jurnal dan dari fungsi penyiapan neraca percobaan dari buku besar umum.
2. Dokumentasi harus berdiri setidak-tidaknya atas uraian lengkap bagan perkiraan ditambah dengan pedoman prosedur buku besar umum.
3. Pelaksanaan operasional, yang mencakup jadwal akhir periode dan penyiapan laporan pengendalian, harus ditetapkan secara jelas.
4. Tindakan pengamanan harus dilakukan (untuk sistem on-line) dengan teknik-teknik seperti (a) mengharuskan petugas memasukkan kata sandi sebelum mengakses arsip buku besar umum, (b) menggunakan terminal khusus untuk untuk entri data lembar jurnal, (c) menghasilkan laporan audit (log akses) yang memantau entri dan (d) menuangkan buku besar umum ke pita magnetik pendukung.
Pengendalian Transaksi
Pengendalian dan prosedur pengendalian berikut yang berkaitan langsung dengan perkiraan buku besar umum dan pemrosesan pada umumnya cukup memadai.
1. Lembar jurnal yang telah diberi nomor disiapkan di bagian akunting atau keuangan yang sesuai.
2. Data pada lembar jurnal, seperti nomor perkiraan, diperiksa akurasinya :
• Dalam sistem manual, petugas buku besar umum melakukan pemeriksaan, jika perlu mengacu kepada bagan perkiraan dan pedoman prosedur.
• Dalam sistem berdasarkan computer, pemeriksaan utamanya dilakukan dengan program edit komputer.
3. Kesalahan yang terdeteksi dalam entri jurnal dikoreksi sebelum data digunakan dalam pembukuan ke buku besar umum.
4. Lembar jurnal yang telah disahkan dibukukan oleh petugas khusus yang tidak terlibat dalam penyiapan atau pengesahan.
• Dalam sistem manual lembar jurnal dibukukan oleh petugas buku besar umum langsung ke lembar buku besar umum.
• Dalam sistem tumpuk berdasarkan komputer lembar jurnal diketikkan oleh petugas entri data ke media magnetik, kemudian tumpukkan entri disortir berdasarkan nomor perkiraan buku besar umum dan dibukukan selama operasi komputer ke perkiraan yang bersangkutan.
• Dalam sistem berdasarkan on-lie lembar jurnal dimasukkan langsung ke sistem, dengan bantuan layar praformat pada terminal CRT; kemudian entri dibukukan oleh sistem komputer, biasanya secara langsung, ke perkiraan.
5. Kesetaraan debet dan kredit untuk setiap entri jurnal yang dibukukan harus dipastikan.
6. Total jumlah yang dibukukan dari entri jurnal tumpuk ke perkiraan buku besar umum dibandingkan dengan total pengendali yang telah dihitung sebelumnya.
7. Acuan-silang yang memadai dilakukan untuk memungkinkan rangkaian audit yang jelas.
8. Lembar jurnal diarsipkan menurut nomor, dan secara berkala arsip ini diperiksa untuk memastikan bahwa urutan nomor telah benar dan lengkap.
9. Entri jurnal penyesuaian standar disimpan pada lembar pra-cetak, guna membantu pembukuan.
10. Neraca percobaan perkiraan buku besar umum disiapkan secara berkala, dan selisih antara debet total dengan kredit total diselidiki secara cermat.
11. Saldo perkiraan kendali buku besar umum direkonsiliasi secara berkala terhadap total saldo dalam perkiraan buku besar pembantu.
12. Laporan akhir periode khusus dicetak untuk dipelajari oleh akuntan dan manajer sebelum laporan keuangan disiapkan.
13. Telaah berkala entri jurnal dan laporan-laporan keuangan dilakukan oleh manajer dan bila mungkin, prosedur buku besar umum dikaji oleh auditor internal.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem buku umum dapat diklasifikasikan sebagai analisis buku besar umum, laporan keuangan, dan laporan manajerial.
Bagan Perkiraan Berkode
Buku besar disusun berdasarkan fondasi yang dikenal sebagai bagan perkiraan. Yang paling cocok untuk mengkodean bagan perkiraan, yaitu : kode blok dan kode kelompok.
Setiap organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi.
Sistem adalah kumpulan sumberdaya yang berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang berguna yang dioleh sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Akuntasi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada beragam orang.
Jadi, Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi . Informasi inilah dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan.
Siklus-Siklus Pemrosesan Transaksi
Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
1. Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2. Siklus pengluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus produksi . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
4. Siklus keuangan . Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
Siklus-siklus transaksi yang lazim.
Siklus Peristiwa (Event) yang biasanya tercakup
Pendapatan
Pembelanjaan
Manajemen Sumberdaya
Konversi Produk
Pelaporan keuangan dan buku besar umum • Penjualan produk atau jasa
• Penerimaan tunai dari produk atau jasa yang terjual.
• Pembelian bahan atau jasa
• Pengeluaran tunai untuk membayar bahan atau jasa yang dibeli.
• Pembelian, pemeliharaan, dan pengeluaran dana, fasilitas, dan sumberdaya manusia.
• Konversi bahan baku menjadi barang jadi melalui penggunaan tenaga kerja dan overhead.
• Kompilasi transaksi-transaksi akunting dari siklus-siklus transaksi lainnya.
• Penyediaan laporan-laporan keuangan.
Sasaran dan Fungsi Siklus
Siklus buku besar umum dan pelaporan keuangan, menyediakan informasi untuk serangkaian laporan keuangan mengenai suatu lingkungan akunting.
Semua sistem buku besar umum harus melaksanakan :
1. Mengumpulkan data transaksi
2. Memproses arus masuk transaksi
3. Menyimpan data transaksi
4. Melakukan pengendalian akunting
5. Menyediakan laporan keuangan
6. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data dan perkiraan transaksi
Sumber Data dan Masukan
Sumber
Sistem buku umum menerima masukan dari berbagai macam sumber.
Sumber-sumber masukan buku besar umum adalah transaksi-transaksi keuangan yang secara tradisional telah dimasukkan ke dalam buku besar umum, yaitu :
• Tranaksi tidak rutin yang terjadi selama periode akunting.
• Transaksi penyesuaian akhir periode yang : (a) berulang dan (b) tidak berulang.
• Transaksi balikan (Reversing transaction).
Bentuk-Bentuk Masukan
• Sistem Manual . Dokumen sumber primer bagi system buku besar umum adalah lembar jurnal buku besar umum yang secara umum menggantikan lembar jurnal umum. Lembar jurnal biasanya disiapkan untuk setiap transaksi tidak rutin, penyesuaian, dan balikan. Lembar jurnal sering disapkan untuk meringkaskan hasil setumpuk transaksi rutin yang telah dimasukkan ke jurnal-jurnal khusus secara manual.
• Sistem Berdasarkan Komputer . Bentuknya berbeda dengan bentuk yang digunakan pada sistem manual.
Arus dan Pemrosesan Data
Dalam sistem tradisional, data transaksi mengalir ke dalam jurnal (baik jurnal khusus maupun jurnal umum), kemudian dibukukan ke buku besar pembantu, dan akhir dibukukan ke buku pembantu dan akhirnya dibukukan ke buku besar umum.
Dalam sistem berdasarkan komputer, data transaksi dimasukkan ke dari formulir dan untuk sementara disimpan di pita magnetik atau dipiringan magnetik.
Data Base
Data base yang menyangkut sistem buku besar umum dan pelaporan keuangan berisikan berbagai arsip induk, arsip transaksi, dan arsip riwayat. Disamping data keuangan mengenai status berjalan dan peristiwa-peristiwa yang lalu, data base juga memuat data yang dianggarkan yang berkaitan dengan operasi dan status masa depan yang direncanakan. Walaupun kandungan dan juga komposisi persisnya akan berbeda untuk setiap perusahaan arsip-arsip berikut cukup mewakili :
1. Arsip Induk Buku Besar Umum
2. Arsip Riwayat Buku Besar Umum
3. Arsip Induk Pusat Tanggungjawab
4. Arsip Induk Anggaran
5. Arsip Format Lapangan Keuangan
6. Arsip Lembar Jurnal Berjalan
7. Arsip Riwayat Lembar Jurnal.
Pengendalian Akunting
Sistem buku besar umum diharapkan menyediakan laporan-laporan yang andal bagi berbaga macam pengguna. Maka dari itu, sistem ini harus secara independent harus memeriksa sistem-sitem pemrosesan transaksi komponen, secara cermat memantau rangkaian transaksi non-rutin yang diterimanya dan secara akurat mencatat dan membukukan data dari semua transaksi.
Pengendalian Umum
Pengendalian umum yang sesuai adalah :
1. Organisatoris, fungsi membukukan lembar jurnal ke buku besar umum harus dipisahkan dari fungsi penyiapan dan pengesahan lembar jurnal dan dari fungsi penyiapan neraca percobaan dari buku besar umum.
2. Dokumentasi harus berdiri setidak-tidaknya atas uraian lengkap bagan perkiraan ditambah dengan pedoman prosedur buku besar umum.
3. Pelaksanaan operasional, yang mencakup jadwal akhir periode dan penyiapan laporan pengendalian, harus ditetapkan secara jelas.
4. Tindakan pengamanan harus dilakukan (untuk sistem on-line) dengan teknik-teknik seperti (a) mengharuskan petugas memasukkan kata sandi sebelum mengakses arsip buku besar umum, (b) menggunakan terminal khusus untuk untuk entri data lembar jurnal, (c) menghasilkan laporan audit (log akses) yang memantau entri dan (d) menuangkan buku besar umum ke pita magnetik pendukung.
Pengendalian Transaksi
Pengendalian dan prosedur pengendalian berikut yang berkaitan langsung dengan perkiraan buku besar umum dan pemrosesan pada umumnya cukup memadai.
1. Lembar jurnal yang telah diberi nomor disiapkan di bagian akunting atau keuangan yang sesuai.
2. Data pada lembar jurnal, seperti nomor perkiraan, diperiksa akurasinya :
• Dalam sistem manual, petugas buku besar umum melakukan pemeriksaan, jika perlu mengacu kepada bagan perkiraan dan pedoman prosedur.
• Dalam sistem berdasarkan computer, pemeriksaan utamanya dilakukan dengan program edit komputer.
3. Kesalahan yang terdeteksi dalam entri jurnal dikoreksi sebelum data digunakan dalam pembukuan ke buku besar umum.
4. Lembar jurnal yang telah disahkan dibukukan oleh petugas khusus yang tidak terlibat dalam penyiapan atau pengesahan.
• Dalam sistem manual lembar jurnal dibukukan oleh petugas buku besar umum langsung ke lembar buku besar umum.
• Dalam sistem tumpuk berdasarkan komputer lembar jurnal diketikkan oleh petugas entri data ke media magnetik, kemudian tumpukkan entri disortir berdasarkan nomor perkiraan buku besar umum dan dibukukan selama operasi komputer ke perkiraan yang bersangkutan.
• Dalam sistem berdasarkan on-lie lembar jurnal dimasukkan langsung ke sistem, dengan bantuan layar praformat pada terminal CRT; kemudian entri dibukukan oleh sistem komputer, biasanya secara langsung, ke perkiraan.
5. Kesetaraan debet dan kredit untuk setiap entri jurnal yang dibukukan harus dipastikan.
6. Total jumlah yang dibukukan dari entri jurnal tumpuk ke perkiraan buku besar umum dibandingkan dengan total pengendali yang telah dihitung sebelumnya.
7. Acuan-silang yang memadai dilakukan untuk memungkinkan rangkaian audit yang jelas.
8. Lembar jurnal diarsipkan menurut nomor, dan secara berkala arsip ini diperiksa untuk memastikan bahwa urutan nomor telah benar dan lengkap.
9. Entri jurnal penyesuaian standar disimpan pada lembar pra-cetak, guna membantu pembukuan.
10. Neraca percobaan perkiraan buku besar umum disiapkan secara berkala, dan selisih antara debet total dengan kredit total diselidiki secara cermat.
11. Saldo perkiraan kendali buku besar umum direkonsiliasi secara berkala terhadap total saldo dalam perkiraan buku besar pembantu.
12. Laporan akhir periode khusus dicetak untuk dipelajari oleh akuntan dan manajer sebelum laporan keuangan disiapkan.
13. Telaah berkala entri jurnal dan laporan-laporan keuangan dilakukan oleh manajer dan bila mungkin, prosedur buku besar umum dikaji oleh auditor internal.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem buku umum dapat diklasifikasikan sebagai analisis buku besar umum, laporan keuangan, dan laporan manajerial.
Bagan Perkiraan Berkode
Buku besar disusun berdasarkan fondasi yang dikenal sebagai bagan perkiraan. Yang paling cocok untuk mengkodean bagan perkiraan, yaitu : kode blok dan kode kelompok.
Minggu, 31 Oktober 2010
Dongeng Si kancil dan Siput
Pada suatu hari si kancil nampak ngantuk sekali. Matanya serasa berat sekali untuk dibuka. “Aaa....rrrrgh”, si kancil nampak sesekali menguap. Karena hari itu cukup cerah, si kancil merasa rugi jika menyia-nyiakannya. Ia mulai berjalan-jalan menelusuri hutan untuk mengusir rasa kantuknya. Sampai di atas sebuah bukit, si Kancil berteriak dengan sombongnya, “Wahai penduduk hutan, akulah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar di hutan ini. Tidak ada yang bisa menandingi kecerdasan dan kepintaranku”.
Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.
Siput“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.
Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.
Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.
Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!”
Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.
Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.
Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.
Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.
Siput“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.
Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.
Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.
Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!”
Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.
Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.
Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.
Contoh Program Graf
Uses Crt;
Const
Awal = 'A';
Akhir = 'Z';
Type
THimp = Set of Char;
TEdge = Record
Ver1 : Char;
Ver2 : Char;
End;
MyObj = Object
Private
Ver : Array [1..100] of Char;
JumVer : Byte;
Edge : Array [1..100] of TEdge;
JumEdge : Byte;
Degree : Array [1..100] of Byte;
Data, Data1 : THimp;
Data2 : Array [1..100] of THimp;
Public
Procedure Input;
Procedure Cetak;
End;
Var
J : Byte;
Function Detect(Key : THimp) : Char;
Var
T : Char;
Begin
Repeat
T:=UpCase(Readkey);
Until T in Key;
Write(T);
Detect:=T;
End;
Procedure MyObj.Input;
Var
I : Byte;
Begin
Write('Jumlah Vertex : ');
Readln(JumVer);
Write('Input vertex : { ');
For I:=1 To JumVer Do
Begin
Ver[I]:=Detect([Awal..Akhir]);
If (I End;
Writeln(' }');
Writeln;
Write('Jumlah Edge : ');
Readln(JumEdge);
Write('Input Edge : { ');
For I:=1 To JumEdge Do
Begin
Write('(');
Edge[I].Ver1:=Detect([Awal..Akhir]);
Write(',');
Edge[i].Ver2:=Detect([Awal..Akhir]);
write(')');
If (I End;
Write(' }');
End;
Procedure MyObj.Cetak;
Var
I : Byte;
Begin
Writeln;
Write('( { ');
For I:=1 To JumVer Do
Begin
Write(Ver[I]);
If (I End;
Write(' } --> { ');
For I:=1 To JumEdge do
Begin
Write('(',Edge[I].Ver1,',',Edge[I].Ver2,')');
If (I End;
Write(' } )');
Writeln;
End;
Function Derajat(Simpul:Char; Graf:MyObj) : Byte;
Var
I,Der : Byte;
Begin
Der:=0;
For I:=1 To Graf.JumEdge Do
Begin
If (Simpul=Graf.Edge[I].Ver1) Then Inc(Der);
If (Simpul=Graf.Edge[I].Ver2) Then Inc(Der);
End;
Derajat:=Der;
End;
Procedure Derajat_Graph(Var Graf:MyObj);
Var
I:Byte;
Begin
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Begin
Graf.Degree[I]:=Derajat(Graf.Ver[I],Graf);
Writeln('d(',Graf.Ver[I],') = ',Graf.Degree[I]);
End;
End;
Procedure Sorting(Var Graf:MyObj);
Var
I,K,Temp : Byte;
Dummy : Char;
Begin
Writeln('Sortir Derajat');
For I:=1 To Graf.JumVer-1 Do
For K:=I To Graf.JumVer-1 Do
Begin
If (Graf.Degree[I] Begin
Dummy:=Graf.Ver[I];
Graf.Ver[I]:=Graf.Ver[K+1];
Graf.Ver[K+1]:=Dummy;
Temp:=Graf.Degree[I];
Graf.Degree[I]:=Graf.Degree[K+1];
Graf.Degree[K+1]:=Temp;
End;
End;
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Writeln('d(',Graf.Ver[I],') = ',Graf.Degree[I]);
End;
Procedure Bil_Kromatis(Var Graf:MyObj);
Var
I,K:Byte;
Begin
For J:=1 To Graf.JumVer Do
Graf.Data:=Graf.Data+[Graf.Ver[J]];
J:=0;
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Begin
If (Graf.Ver[I] In Graf.Data) Then
Begin
Inc(J);
Graf.Data1:=[];
For K:=1 To Graf.JumEdge Do
Begin
If (Graf.Ver[I]=Graf.Edge[K].Ver1) or
(Graf.Ver[I]=Graf.Edge[K].Ver2) Then
Begin
Graf.Data1:=Graf.Data1+[Graf.Edge[K].Ver1]+
[Graf.Edge[K].Ver2];
End;
End;
Graf.Data2[J]:=Graf.Data-Graf.Data1+[Graf.Ver[I]];
End;
Graf.Data:=Graf.Data-Graf.Data2[J];
End;
Write('Bilangan Khromatis = ',J);
End;
Procedure Beri_Warna(Graf:MyObj);
Var
K,X : Byte;
Data2 : Array [1..10] of Thimp;
Const
Warna : Array [1..7] of String =
('Merah ','Kuning','Hijau ',
'Biru ','Ungu ','Putih ','Hitam ');
color : array [1..7] of integer =
( lightred, yellow,lightgreen, lightblue, magenta,white,darkgray);
Begin
For K:=1 to J Do
Begin
textcolor(color[k]);
Write('Warna ',Warna[K],' : ');
for X:=1 to Graf.JumVer Do
If (Graf.Ver[X] in Graf.Data2[K]) Then
begin
textcolor(lightgray);
Write(Graf.Ver[X],' ');
Writeln;
end;
End;
End;
Var
Aplikasi : MyObj;
Begin
Clrscr;
Aplikasi.Input;
Writeln;
Aplikasi.Cetak;
Writeln;
Derajat_Graph(Aplikasi);
Writeln;
Sorting(Aplikasi);
Writeln;
Bil_Kromatis(Aplikasi);
Writeln;
Beri_Warna(Aplikasi);
Readln;
End.
Const
Awal = 'A';
Akhir = 'Z';
Type
THimp = Set of Char;
TEdge = Record
Ver1 : Char;
Ver2 : Char;
End;
MyObj = Object
Private
Ver : Array [1..100] of Char;
JumVer : Byte;
Edge : Array [1..100] of TEdge;
JumEdge : Byte;
Degree : Array [1..100] of Byte;
Data, Data1 : THimp;
Data2 : Array [1..100] of THimp;
Public
Procedure Input;
Procedure Cetak;
End;
Var
J : Byte;
Function Detect(Key : THimp) : Char;
Var
T : Char;
Begin
Repeat
T:=UpCase(Readkey);
Until T in Key;
Write(T);
Detect:=T;
End;
Procedure MyObj.Input;
Var
I : Byte;
Begin
Write('Jumlah Vertex : ');
Readln(JumVer);
Write('Input vertex : { ');
For I:=1 To JumVer Do
Begin
Ver[I]:=Detect([Awal..Akhir]);
If (I
Writeln(' }');
Writeln;
Write('Jumlah Edge : ');
Readln(JumEdge);
Write('Input Edge : { ');
For I:=1 To JumEdge Do
Begin
Write('(');
Edge[I].Ver1:=Detect([Awal..Akhir]);
Write(',');
Edge[i].Ver2:=Detect([Awal..Akhir]);
write(')');
If (I
Write(' }');
End;
Procedure MyObj.Cetak;
Var
I : Byte;
Begin
Writeln;
Write('( { ');
For I:=1 To JumVer Do
Begin
Write(Ver[I]);
If (I
Write(' } --> { ');
For I:=1 To JumEdge do
Begin
Write('(',Edge[I].Ver1,',',Edge[I].Ver2,')');
If (I
Write(' } )');
Writeln;
End;
Function Derajat(Simpul:Char; Graf:MyObj) : Byte;
Var
I,Der : Byte;
Begin
Der:=0;
For I:=1 To Graf.JumEdge Do
Begin
If (Simpul=Graf.Edge[I].Ver1) Then Inc(Der);
If (Simpul=Graf.Edge[I].Ver2) Then Inc(Der);
End;
Derajat:=Der;
End;
Procedure Derajat_Graph(Var Graf:MyObj);
Var
I:Byte;
Begin
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Begin
Graf.Degree[I]:=Derajat(Graf.Ver[I],Graf);
Writeln('d(',Graf.Ver[I],') = ',Graf.Degree[I]);
End;
End;
Procedure Sorting(Var Graf:MyObj);
Var
I,K,Temp : Byte;
Dummy : Char;
Begin
Writeln('Sortir Derajat');
For I:=1 To Graf.JumVer-1 Do
For K:=I To Graf.JumVer-1 Do
Begin
If (Graf.Degree[I]
Dummy:=Graf.Ver[I];
Graf.Ver[I]:=Graf.Ver[K+1];
Graf.Ver[K+1]:=Dummy;
Temp:=Graf.Degree[I];
Graf.Degree[I]:=Graf.Degree[K+1];
Graf.Degree[K+1]:=Temp;
End;
End;
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Writeln('d(',Graf.Ver[I],') = ',Graf.Degree[I]);
End;
Procedure Bil_Kromatis(Var Graf:MyObj);
Var
I,K:Byte;
Begin
For J:=1 To Graf.JumVer Do
Graf.Data:=Graf.Data+[Graf.Ver[J]];
J:=0;
For I:=1 To Graf.JumVer Do
Begin
If (Graf.Ver[I] In Graf.Data) Then
Begin
Inc(J);
Graf.Data1:=[];
For K:=1 To Graf.JumEdge Do
Begin
If (Graf.Ver[I]=Graf.Edge[K].Ver1) or
(Graf.Ver[I]=Graf.Edge[K].Ver2) Then
Begin
Graf.Data1:=Graf.Data1+[Graf.Edge[K].Ver1]+
[Graf.Edge[K].Ver2];
End;
End;
Graf.Data2[J]:=Graf.Data-Graf.Data1+[Graf.Ver[I]];
End;
Graf.Data:=Graf.Data-Graf.Data2[J];
End;
Write('Bilangan Khromatis = ',J);
End;
Procedure Beri_Warna(Graf:MyObj);
Var
K,X : Byte;
Data2 : Array [1..10] of Thimp;
Const
Warna : Array [1..7] of String =
('Merah ','Kuning','Hijau ',
'Biru ','Ungu ','Putih ','Hitam ');
color : array [1..7] of integer =
( lightred, yellow,lightgreen, lightblue, magenta,white,darkgray);
Begin
For K:=1 to J Do
Begin
textcolor(color[k]);
Write('Warna ',Warna[K],' : ');
for X:=1 to Graf.JumVer Do
If (Graf.Ver[X] in Graf.Data2[K]) Then
begin
textcolor(lightgray);
Write(Graf.Ver[X],' ');
Writeln;
end;
End;
End;
Var
Aplikasi : MyObj;
Begin
Clrscr;
Aplikasi.Input;
Writeln;
Aplikasi.Cetak;
Writeln;
Derajat_Graph(Aplikasi);
Writeln;
Sorting(Aplikasi);
Writeln;
Bil_Kromatis(Aplikasi);
Writeln;
Beri_Warna(Aplikasi);
Readln;
End.
ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM
NALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM”.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun dePmikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Bekasi, 21 Oktober 2010
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial dan selalau ingin berkomunikasi dengan sesamanya karena manusia mempunyai kebutuhan untuk saling berinteraksi dan mendapatkan informasi dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Dalam hidupnya manusia melakukan komunikasi untuk bertahan hidup karena tidak mungkin manusia hidup tanpa melakukan apa-apa seperti tidak berbicara dengan sesamanya atau pasif tidak ingin tahu. Dari kecil hingga dewasa manusia pasti butuh berkomunikasi dan butuh informasi dengan sesamanya. Jadi, manusia mempunyai sifat selalu ingin tahu serta saling bergantung satu sama lain atau membutuhkan.
Pada zaman dahulu manusia melakukan komunikasi dengan alat yang sederhana sepeti surat, burung merpati untuk mengantarkan surat, kentongan untuk menandai ketika di sebuah kampung ada sesuatu yang membahayakan penduduk terutama pencurian ataupun juga bias digunakan untuk mengumpulkan penduduk berkaitan dengan acara yang diadakan dikampung mereka, juga kentongan bias menunjukan tanda perubahan waktu setiap 1 (satu) jam atau 2 (dua) jam sekali. Kemudian komunikasi berkembang lagi menjadi lebih modern yaitu dengan munculnya teknologi telepon yang dapat diartikan sebagai komunikasi dalam jarak jauh, karena tele artinya jarak jauh dan phone artinya komunikasi. Setelah itu dunia komunikasi berkenbang ke teknologi pager yaitu meninggalkan pesan melalui operator ke pager tersebut dan orang yang dituju dapat melihat pesan yang ditinggalkan ke mereka. Jika mengacu pada teknologi masa kini pager hamper sama dengan SMS hanya perbedaanya terletak pada perlunya operator untuk menyanmpaikan pesan melalui pager sementara pada SMS tidak. Kemudian muncul yang namanya Siphone yang sedikit lebih canggih dari pager karena bisa digunakan untuk berbicara dengan seseorang sedangkan pager cuma alat untuk meninggalkan pesan secara elektronik.
Setelah reknologi komunikasi pager, komunikasi mengalami perkembangan kembali dengan munculnya HP (handphone) yang bisa digunakan untuk mengirim pesan dan berbicara dengan seseorang. Kemudian setelah masa itu perkembangan komunikasi berkembang semakin pesat dengan munculnya teknologi-teknologi komunikasi yang lebih canggih seperti yang sering kita gunakan saat ini, seperti internet, 3G, Video Call dan sebagainya.
B. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom”, terkait dengan kebutuhan komunikasi yang semakin berkembang dan semakin canggih, maka PT. Telkom yang bergerak dalam bidang telekomunikasi mempunyai peran penting dalam memajukan teknologi komunikasi.
Berkaitan dengan masalah tersebut, masalah-masalah yang dapat diidentifikasi antara lain :
1. Kebutuhan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini?
2. Ketersediaan jaringan yang merata di setiap daerah
C. Batasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi.
b. Penyediaan layanan yang andal kepada masyarakat.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana deskripsi peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi?
2. Kebutuhan teknologi komunikasi apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat saat ini?
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.
Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayarkartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle yang semakin berkualitas sangat jelas terlihat dengan secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta Long Term Evolution. Tahun ini Telkomsel mengembangkan jaringan mobile broadband dengan mencanangkan 24 kota besar sebagai broadband city.
Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular, Telkomsel telah menggelar 34.000 Base Transceiver Station termasuk lebih dari 6.000 Node B yang menjangkau 95 persen wilayah populasi Indonesia. Seiring diselesaikannya program Universal Service Obligation yang diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.
Bahkan kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300 mitra operator data roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.
Sesuai dengan hukum Perusahaan Indonesia, Telkomsel mempunyai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dengan tanggungjawab terpisah dan tidak merangkap menjadi anggota dalam kedua Dewan tersebut.
Dewan Komisaris
Nama Posisi
Bp. Rinaldi Firmansyah Presiden Komisaris
Bp. Losso Judianto Komisaris
Bp. Arief Yahya Komisaris
Bp. Lim Chuan Poh Komisaris
Mr. Ng Kwon Kee Komisaris
Dewan Direksi
Nama Posisi
Bp. Sarwoto Atmosutarno Presiden Direktur
Ibu Triwahyusari Direktur Keuangan
Ibu. Herfini Haryono Direktur Perencanaan & Pembagunan
Bp. Leong Shin Loong Direktur Komersial
Bp. David Ng Direktur Operasi
B. Sistem kerja
Mendapatkan suatu sistem kerja yang lebih baik dari sistem kerja yang telah ada atau memiliki sistem kerja dari beberapa sistem kerja yang diajukan merupakan salah satu hal yang ingin dicapai dengan mempelajari teknik tata cara ini. Kemampuan untuk dapat membentuk atau menciptakan cara-cara kerja yang baikmerupakan kebutuhan utama dalam kegiatan diatas yaitu mencari sistem kerja yang baik dari yang lainnya, karena dari cara-cara alternatif yang dibentuk dengan sembarangan. Untuk dapat merancang sistem kerja yang baik, seorang perancang kerja harus dapat menguasai dan mengendalikan faktor-faktor yang membentuk sistem kerja. Faktor-faktor tersebut bila dilihat dalam kelompok besarnya terdiri atas pekerja, mesin ,peralatan serta lingkungan. Kerja merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaanya melibatkan komponen-komponen pendukung dan analisa terhadap objek kerja yang dilaksankan. Dimana terdapat keterkaitan, saling mendukung dan mempengaruhi antara komponen yang satu dengan lainnya.
a. Manusia
Manusia berperan sebagai perancang, pelaksana dan pengevaluasi. Sebagai pekerja, manusia dengan segala sifat, kemampuan, kelebihan dan keterbatasanya dalam melakukan pekerjaan memberikan pengaruh yang besar atas keberhasilan sistem kerja.
b. Bahan
Bahan merupakan segala sesuatu yang akan diproses dalam sistem kerja. Untuk dapat menghasilkan output yang diharapkan dapat dilakukan penyesuain terhadap bahan yang meliputi ukuran/dimensi, warna dan faktor lain yang berpengaruh terhadap proses dalam sistem kerja.
c. Mesin
Mesin sebagai segala sesuatu yang membantu/mempermudah manusia dalam memproses input sistem kerja
d. Lingkungan kerja
Kondisi lingkunagan kerja sangat mempengaruhi terhadap operator dalam menyelesaikan pekerjaanya Parameter lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap proses dan hasil kerja manusia antara lain temperature, kelembapan, penerangan, kebisingan dan getaran.
Prinsip-prinsip sistem kerja :
a. Tidak terjadi antrian
b. Minimasi waktu siklus
c. Minimasi waktu delay
Sasaran yang ingin dicapai dengan penelitian cara kerja ini adalah untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Usaha ini dapat dilakukan dengan :
a. Melakukan perbaikan tata letak tempat kerja
b. Melakukan analisa dan perbaikkan elemen gerakan
c. Mendesain tempat kerja dan peralatan sesuai dengan prinsip ergonomic
Kreativitas seseorang dapat memungkinkan diperolehnya beberapa alternative dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Untuk melakukan perbaikkan cara kerja, alternatif itu harus dipilih yang baik yang dapat dilaksanakan. Untuk memilih suatu cara kerja perlu dikembangkan suatu kriteria penilaian yang dapat digunakan. Kriteria penilaian ini dapat meliputi :
a. Waktu penyelesaian yang dibutuhkan.
b. Tenaga yang dikeluarkan.
c. Akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut.
C. Produk dan layanan
1. Telepon (Fixed Line)
a. TELKOM Free (0.800)
Merupakan layanan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat luas untuk menghubungi pelanggan TELKOMFree tanpa dikenakan biaya percakapan.
b. TELKOM SLI
Merupakan panggilan telepon International Direct Dialing (IDD) dimana nomor telepon pemanggil dan nomor telepon yang dipanggil berbeda wilayah negara.
c. TELKOM SLJJ
Merupakan layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah negara. Pada umumnya, pelanggan-pelanggan tersebut berada dalam wilayah kode area yang berbeda.
d. TELKOM Unicall (0.807)
Merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi suatu perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang untuk dihubungi pelanggannya dengan hanya menghubungi satu nomor unik.
e. TELKOM Lokal
Merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah lokal.
f. TELKOM Teleconference
Merupakan Layanan teleconference melalui telepon baik fixed maupun mobile (Audio Conference) yang mempunyai kemampuan untuk melayani percakapan sampai 30 pemanggil dalam satu konferensi.
2. Data & Internet
TELKOM ISDN PRA
ISDN / Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi adalah jaringan digital yang menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi.
a. Speedy
Merupakan adalah layanan internet (internet service) berkecepatan tinggi dari PT.TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL).
b. e-Business (i-manage)
Layanan yang menyediakan fasilitas hosting dan collocation bagi perusahaan yang memerlukan outsource dalam menempatkan aplikasi dan datanya (application outsource enterprise).
c. e-Business (i-Xchange)
Implementasi aplikasi e-business pada umumnya bertujuan untuk mengefisienkan serta mempercepat suatu proses. I-Xchange merupakan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain.
d. e-Business (i-Settle)
Layanan yang memberikan fasilitas settlement transaksi perdagangan dan pembayaran dalam sistem pembayaran elektronis (electronic payment).
e. TELKOMNET Whole Sale (VPN DIAL)
Layanan akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
f. TELKOMNet ASTINET
ASTINet adalah layanan akses internet dan multimedia TELKOMNet untuk Akses Internet menuju Global Internet. Layanan ini menyediakan fasilitas koneksi akses ke Internet yang disediakan pada port router TELKOMNet.
3. Flexi (Fixed Wireless)
a. Flexi Trendy
Flexi trendy adalah layanan flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/simcard yang dapat diisi ulang.
b. Flexi Home
Flexi Home adalah layanan flexi untuk perumahan atau kantor dilayani menggunakan terminal fixed berbasis nomor esn, tarif aktivasi, abonemen dan biaya pemakaian/usage sama dengan tarif telepon rumah/pstn.
c. Flexi Classy
Flexi classy adalah layanan flexi dengan sistem pascabayar.
d. Flexi Combo
FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan Anda sebagai pelanggan e. Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer.
e. Flexi-Triple C (CLASSY CORPORATE CUG)
Merupakan paket yang dibuat sebagai solusi kebutuhan komunikasi dalam satu Close User Group (CUG) yang berbasis pada layanan Flexi Classy.
4. Network
a. DID
Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator.
b. TELKOM Satelit - Sewa Transponder
Jasa sewa kanal atau saluran pada satelit. Transponder yang disewakan adalah transponder satelit yang bekerja pada pita frekuensi radio klasifikasi C (C-band).
c. TELKOMPhone-VSAT
Sama dengan TELKOMPhone-LDS, kecuali media transportasi melalui satelit.
5. Content & Aplication
a. Ventus
Merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis (email) dan mobile system (cellular/wireless).
b. I-VAS
i-VAS 'Satu Kartu Multi Layanan Internet' yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment.
c. FlexiLand
FlexiLAND merupakan pengembangan TelkomFLEXI, layanan portal online dan mobile yang menyediakan layanan seperti: blog (online diary), testimonial (komentar tentang seseorang), picture gallery, friend request,dll
d. FlexiTone
Para pengguna telepon mobile rata-rata menghabiskan waktu 2.5 jam dalam setahun untuk mendengarkan tone konvensional saat menunggu lawan bicaranya mengangkat telepon [Sumber: Alcatel].
D. Keunggulan Sistem
Era konvergensi teknologi informasi dan komunikasi secara significant telah mempengaruhi dunia bisnis dewasa ini. Setiap perusahaan dihadapkan pada persaingan bisnis yang kian ketat yang menuntut pengambilan keputusan secara cepat dan efisien dalam meningkatkan produktivitasnya.
Berpegang pada prinsip kemitraan, Telkom berupaya ikut menumbuhkembangkan bisnis Anda melalui solusi infokom yang tepat. Dengan coverage dan ragam layanan yang terus berkembang, serta jajaran Account Manager yang responsif, kami berkomitmen mewujudkan layanan terbaik yang mengedepankan benefit dan value
TELKOM Solution menawarkan solusi kesisteman yang mencakup:
1. Advance Communication (Basic Voice, Call Center, Audio Conference, Corporate Package).
2. Broadband & Multimedia (Internet Access, Video Conference, DRC)
3. System Automation (Intranet, Extranet, Office Automation, Security System)
4. Network Controlling & Monitoring (IT Operation, Monitoring System)
Saat ini jaringan backbone Telkom didukung dengan teknologi terkini berupa jaringan serat optik yang tergelar menghubungkan antar pulau serta sistem satelit yang menjangkau seluruh lokasi hingga kawasan regional. Jaringan Telkom juga dilengkapi dengan teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS) yang tersedia di lebih dari 1400 titik lokasi layanan seluruh Indonesia, yang akan memberikan kemudahan dalam mengelola jaringan data secara customized untuk keperluan tingkat prioritas aplikasi.
Beberapa keunggulan TELKOM Solution antara lain adalah:
• Functionality, mencakup layanan voice, data, video dan mendukung berbagai aplikasi bisnis. Untuk akses, tersedia layanan akses dial-up, dedicated ataupun wireless.
• Manageability, mudah dikelola dan memungkinkan pengelolaan jaringan di beberapa kota dipusatkan di satu lokasi.
• Provisioning Scalability, memungkinkan pelanggan menerapkan solusi yang lebih fleksibel karena perancangan dan implementasinya dapat disesuaikan dengan keputusan bisnis.
• Total Cost of Ownership Saving Opportunities, menawarkan harga yang kompetitif dan fleksibel, serta didukung oleh para tenaga ahli yang siap membantu kepentingan pelanggan melalui skema outsourcing.
Infrastruktur jaringan akses dan public access TELKOM sangat lengkap dan sangat siap untuk mendukung perluasan aksesibilitas sistem ICT pemerintah, meliputi jaringan PSTN (public switch telephone network), Mobile (Flexi dan TELKOMSEL), private network (VPN IP MPLS, leased channel, dll) didukung oleh akses-akses yang merupakan aset nasional seperti wartel, warnet dan community access centers.
Disamping itu TELKOM siap pula berperan sebagai partner pemerintah, TNI dan POLRI dalam menggelar sistem pelayanan yang baik, men-desiminasi informasi secara efektif dan efisien dengan meng-optimalkan layanan-layanan TELKOM dan TELKOM Group yang handal seperti
• Internet services melalui Speedy, ASTINET, Telkomnet Instan
• Telephony services baik wireline maupun wireless (Flexi dan TELKOMSEL)
• Komunikasi data
• TELKOM Vision layanan payTV dan broadcasting TV yang menjangkau seluruh tanah air Indonesia,
• komunikasi interaktif melalui in-bound dan out-bound call center PT Infomedia dan
• transaksi-transaksi elektronik dari PT Finnet Indonesia.
Sebagai penyedia jasa infokom terbesar dan tertua di Indonesia, di sisi backbone TELKOM memiliki jaringan fiber-optic, satelit dan radio transmisi yang membentang di seluruh wilayah RI dari kota-kota besar sampai pelosok-pelosok tanah air.
TELKOM satu-satunya business partner yang terpercaya bagi Pemerintah Republik Indonesia, TNI dan POLRI untuk menuju Good Corporate Governance dan transparansi.
E. Kelemahan Sistem
Dalam kasus Telkom, salah satu kelemahan yang cukup mencolok adalah jumlah pekerjanya yang terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
Saya menyimpulkan bahwa pihak Telkom sangat lemah dan lamban dalam mengambil keputusan sehingga sulit untuk bisa mengambil keputusan dengan baik , tetapi pemerintah terkadang juga membuat mereka untuk bisa bersikap dinamis dan royal dalam perubahan pasar . pelayanan telkom juga menurut saya harus di perbaiki, karena pengguna telkom saja sudah banyak, tetapi kadang operator sering sulit di hubungi oleh pelanggan sehingga pelayanan dalam telkom harus di perbaiki.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom” dapat disimpulkan bahwa :
1. Peranan PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang komunikasi.
2. Komunikasi bagi manusia merupakan kebutuhan yang amat sangat penting, untuk mejalani kehidupannya agar menjadi lebih baik.
3. Teknologi komunikasi kian hari semakin maju pesat seiring kemajuan zaman.
B. Saran
Bertolak dari peranan PT. Telkom yang begitu banyak sumbangsihnya dalam memajukan teknologi kominukasi, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya tidak perlu pekerja yang terlalu banyak, agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan secara efisien dan juga tidak terlalu boros dalam anggaran gaji pegawai.
2. Jangan terlalu membebani pegawai dengan berbagai peraturan dan regulasi yang justru membuat mereka menjadi lamban dalam mengambil keputusan.
LAMPIRAN
Daftar Pertanyaan :
1. Kebutuhan teknologi informasi apa saja yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat?
2. Layanan apa saja yang disediakan oleh PT. Telkom kepada masyarakat?
3. Kendala apa yang biasa dihadapi dalam melayani segala kebutuhan masyarakat?
4. Keunggulan apa yang ditawarkan kepada masyarakat sehingga mereka tertarik untuk menggunakan layanan dari PT. Telkom?
5. Bagaimana pembagian sistem kerja yang di terapkan oleh PT. Telkom?
6. Hingga saat ini bagaimana tanggapan dan minat masyarakat terhadap PT. Telkom?
7. Kira-kira berapa orang yang telah menggunakan jasa PT. Telkom hingga saat ini?
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “ANALISIS SISTEM PADA PERUSAHAAN TELKOM”.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun dePmikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Bekasi, 21 Oktober 2010
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial dan selalau ingin berkomunikasi dengan sesamanya karena manusia mempunyai kebutuhan untuk saling berinteraksi dan mendapatkan informasi dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Dalam hidupnya manusia melakukan komunikasi untuk bertahan hidup karena tidak mungkin manusia hidup tanpa melakukan apa-apa seperti tidak berbicara dengan sesamanya atau pasif tidak ingin tahu. Dari kecil hingga dewasa manusia pasti butuh berkomunikasi dan butuh informasi dengan sesamanya. Jadi, manusia mempunyai sifat selalu ingin tahu serta saling bergantung satu sama lain atau membutuhkan.
Pada zaman dahulu manusia melakukan komunikasi dengan alat yang sederhana sepeti surat, burung merpati untuk mengantarkan surat, kentongan untuk menandai ketika di sebuah kampung ada sesuatu yang membahayakan penduduk terutama pencurian ataupun juga bias digunakan untuk mengumpulkan penduduk berkaitan dengan acara yang diadakan dikampung mereka, juga kentongan bias menunjukan tanda perubahan waktu setiap 1 (satu) jam atau 2 (dua) jam sekali. Kemudian komunikasi berkembang lagi menjadi lebih modern yaitu dengan munculnya teknologi telepon yang dapat diartikan sebagai komunikasi dalam jarak jauh, karena tele artinya jarak jauh dan phone artinya komunikasi. Setelah itu dunia komunikasi berkenbang ke teknologi pager yaitu meninggalkan pesan melalui operator ke pager tersebut dan orang yang dituju dapat melihat pesan yang ditinggalkan ke mereka. Jika mengacu pada teknologi masa kini pager hamper sama dengan SMS hanya perbedaanya terletak pada perlunya operator untuk menyanmpaikan pesan melalui pager sementara pada SMS tidak. Kemudian muncul yang namanya Siphone yang sedikit lebih canggih dari pager karena bisa digunakan untuk berbicara dengan seseorang sedangkan pager cuma alat untuk meninggalkan pesan secara elektronik.
Setelah reknologi komunikasi pager, komunikasi mengalami perkembangan kembali dengan munculnya HP (handphone) yang bisa digunakan untuk mengirim pesan dan berbicara dengan seseorang. Kemudian setelah masa itu perkembangan komunikasi berkembang semakin pesat dengan munculnya teknologi-teknologi komunikasi yang lebih canggih seperti yang sering kita gunakan saat ini, seperti internet, 3G, Video Call dan sebagainya.
B. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom”, terkait dengan kebutuhan komunikasi yang semakin berkembang dan semakin canggih, maka PT. Telkom yang bergerak dalam bidang telekomunikasi mempunyai peran penting dalam memajukan teknologi komunikasi.
Berkaitan dengan masalah tersebut, masalah-masalah yang dapat diidentifikasi antara lain :
1. Kebutuhan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini?
2. Ketersediaan jaringan yang merata di setiap daerah
C. Batasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi.
b. Penyediaan layanan yang andal kepada masyarakat.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana deskripsi peran PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi?
2. Kebutuhan teknologi komunikasi apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat saat ini?
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.
Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayarkartuHALO maupun prabayar simPATI dan Kartu As.
Komitmen kuat Telkomsel dalam menghadirkan layanan mobile lifestyle yang semakin berkualitas sangat jelas terlihat dengan secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular terkini, yakni 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta Long Term Evolution. Tahun ini Telkomsel mengembangkan jaringan mobile broadband dengan mencanangkan 24 kota besar sebagai broadband city.
Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular, Telkomsel telah menggelar 34.000 Base Transceiver Station termasuk lebih dari 6.000 Node B yang menjangkau 95 persen wilayah populasi Indonesia. Seiring diselesaikannya program Universal Service Obligation yang diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.
Bahkan kenyamanan berkomunikasi pelanggan Telkomsel yang sedang berada di luar negeri tetap terjamin berkat dukungan 403 mitra operator international roaming dan 300 mitra operator data roaming di lebih dari 200 negara di seluruh belahan dunia.
Sesuai dengan hukum Perusahaan Indonesia, Telkomsel mempunyai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi dengan tanggungjawab terpisah dan tidak merangkap menjadi anggota dalam kedua Dewan tersebut.
Dewan Komisaris
Nama Posisi
Bp. Rinaldi Firmansyah Presiden Komisaris
Bp. Losso Judianto Komisaris
Bp. Arief Yahya Komisaris
Bp. Lim Chuan Poh Komisaris
Mr. Ng Kwon Kee Komisaris
Dewan Direksi
Nama Posisi
Bp. Sarwoto Atmosutarno Presiden Direktur
Ibu Triwahyusari Direktur Keuangan
Ibu. Herfini Haryono Direktur Perencanaan & Pembagunan
Bp. Leong Shin Loong Direktur Komersial
Bp. David Ng Direktur Operasi
B. Sistem kerja
Mendapatkan suatu sistem kerja yang lebih baik dari sistem kerja yang telah ada atau memiliki sistem kerja dari beberapa sistem kerja yang diajukan merupakan salah satu hal yang ingin dicapai dengan mempelajari teknik tata cara ini. Kemampuan untuk dapat membentuk atau menciptakan cara-cara kerja yang baikmerupakan kebutuhan utama dalam kegiatan diatas yaitu mencari sistem kerja yang baik dari yang lainnya, karena dari cara-cara alternatif yang dibentuk dengan sembarangan. Untuk dapat merancang sistem kerja yang baik, seorang perancang kerja harus dapat menguasai dan mengendalikan faktor-faktor yang membentuk sistem kerja. Faktor-faktor tersebut bila dilihat dalam kelompok besarnya terdiri atas pekerja, mesin ,peralatan serta lingkungan. Kerja merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaanya melibatkan komponen-komponen pendukung dan analisa terhadap objek kerja yang dilaksankan. Dimana terdapat keterkaitan, saling mendukung dan mempengaruhi antara komponen yang satu dengan lainnya.
a. Manusia
Manusia berperan sebagai perancang, pelaksana dan pengevaluasi. Sebagai pekerja, manusia dengan segala sifat, kemampuan, kelebihan dan keterbatasanya dalam melakukan pekerjaan memberikan pengaruh yang besar atas keberhasilan sistem kerja.
b. Bahan
Bahan merupakan segala sesuatu yang akan diproses dalam sistem kerja. Untuk dapat menghasilkan output yang diharapkan dapat dilakukan penyesuain terhadap bahan yang meliputi ukuran/dimensi, warna dan faktor lain yang berpengaruh terhadap proses dalam sistem kerja.
c. Mesin
Mesin sebagai segala sesuatu yang membantu/mempermudah manusia dalam memproses input sistem kerja
d. Lingkungan kerja
Kondisi lingkunagan kerja sangat mempengaruhi terhadap operator dalam menyelesaikan pekerjaanya Parameter lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap proses dan hasil kerja manusia antara lain temperature, kelembapan, penerangan, kebisingan dan getaran.
Prinsip-prinsip sistem kerja :
a. Tidak terjadi antrian
b. Minimasi waktu siklus
c. Minimasi waktu delay
Sasaran yang ingin dicapai dengan penelitian cara kerja ini adalah untuk mendapatkan cara kerja yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Usaha ini dapat dilakukan dengan :
a. Melakukan perbaikan tata letak tempat kerja
b. Melakukan analisa dan perbaikkan elemen gerakan
c. Mendesain tempat kerja dan peralatan sesuai dengan prinsip ergonomic
Kreativitas seseorang dapat memungkinkan diperolehnya beberapa alternative dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Untuk melakukan perbaikkan cara kerja, alternatif itu harus dipilih yang baik yang dapat dilaksanakan. Untuk memilih suatu cara kerja perlu dikembangkan suatu kriteria penilaian yang dapat digunakan. Kriteria penilaian ini dapat meliputi :
a. Waktu penyelesaian yang dibutuhkan.
b. Tenaga yang dikeluarkan.
c. Akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut.
C. Produk dan layanan
1. Telepon (Fixed Line)
a. TELKOM Free (0.800)
Merupakan layanan yang memberikan fasilitas kepada masyarakat luas untuk menghubungi pelanggan TELKOMFree tanpa dikenakan biaya percakapan.
b. TELKOM SLI
Merupakan panggilan telepon International Direct Dialing (IDD) dimana nomor telepon pemanggil dan nomor telepon yang dipanggil berbeda wilayah negara.
c. TELKOM SLJJ
Merupakan layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah negara. Pada umumnya, pelanggan-pelanggan tersebut berada dalam wilayah kode area yang berbeda.
d. TELKOM Unicall (0.807)
Merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi suatu perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang untuk dihubungi pelanggannya dengan hanya menghubungi satu nomor unik.
e. TELKOM Lokal
Merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah lokal.
f. TELKOM Teleconference
Merupakan Layanan teleconference melalui telepon baik fixed maupun mobile (Audio Conference) yang mempunyai kemampuan untuk melayani percakapan sampai 30 pemanggil dalam satu konferensi.
2. Data & Internet
TELKOM ISDN PRA
ISDN / Paduan Solusi Pelayanan Teknologi Informasi adalah jaringan digital yang menyediakan layanan telekomunikasi multimedia, merupakan pengembangan dari sistem telepon yang telah terintegrasi.
a. Speedy
Merupakan adalah layanan internet (internet service) berkecepatan tinggi dari PT.TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL).
b. e-Business (i-manage)
Layanan yang menyediakan fasilitas hosting dan collocation bagi perusahaan yang memerlukan outsource dalam menempatkan aplikasi dan datanya (application outsource enterprise).
c. e-Business (i-Xchange)
Implementasi aplikasi e-business pada umumnya bertujuan untuk mengefisienkan serta mempercepat suatu proses. I-Xchange merupakan bisnis kolaborasi yang menghubungkan satu perusahaan ke perusahaan lain.
d. e-Business (i-Settle)
Layanan yang memberikan fasilitas settlement transaksi perdagangan dan pembayaran dalam sistem pembayaran elektronis (electronic payment).
e. TELKOMNET Whole Sale (VPN DIAL)
Layanan akses dial up ke intranet suatu perusahaan yang dilakukan secara remote dan mobile melalui jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
f. TELKOMNet ASTINET
ASTINet adalah layanan akses internet dan multimedia TELKOMNet untuk Akses Internet menuju Global Internet. Layanan ini menyediakan fasilitas koneksi akses ke Internet yang disediakan pada port router TELKOMNet.
3. Flexi (Fixed Wireless)
a. Flexi Trendy
Flexi trendy adalah layanan flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/simcard yang dapat diisi ulang.
b. Flexi Home
Flexi Home adalah layanan flexi untuk perumahan atau kantor dilayani menggunakan terminal fixed berbasis nomor esn, tarif aktivasi, abonemen dan biaya pemakaian/usage sama dengan tarif telepon rumah/pstn.
c. Flexi Classy
Flexi classy adalah layanan flexi dengan sistem pascabayar.
d. Flexi Combo
FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan Anda sebagai pelanggan e. Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer.
e. Flexi-Triple C (CLASSY CORPORATE CUG)
Merupakan paket yang dibuat sebagai solusi kebutuhan komunikasi dalam satu Close User Group (CUG) yang berbasis pada layanan Flexi Classy.
4. Network
a. DID
Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator.
b. TELKOM Satelit - Sewa Transponder
Jasa sewa kanal atau saluran pada satelit. Transponder yang disewakan adalah transponder satelit yang bekerja pada pita frekuensi radio klasifikasi C (C-band).
c. TELKOMPhone-VSAT
Sama dengan TELKOMPhone-LDS, kecuali media transportasi melalui satelit.
5. Content & Aplication
a. Ventus
Merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis (email) dan mobile system (cellular/wireless).
b. I-VAS
i-VAS 'Satu Kartu Multi Layanan Internet' yang menjadi alat bayar untuk berbagai konten atau layanan internet yang bersifat micropayment.
c. FlexiLand
FlexiLAND merupakan pengembangan TelkomFLEXI, layanan portal online dan mobile yang menyediakan layanan seperti: blog (online diary), testimonial (komentar tentang seseorang), picture gallery, friend request,dll
d. FlexiTone
Para pengguna telepon mobile rata-rata menghabiskan waktu 2.5 jam dalam setahun untuk mendengarkan tone konvensional saat menunggu lawan bicaranya mengangkat telepon [Sumber: Alcatel].
D. Keunggulan Sistem
Era konvergensi teknologi informasi dan komunikasi secara significant telah mempengaruhi dunia bisnis dewasa ini. Setiap perusahaan dihadapkan pada persaingan bisnis yang kian ketat yang menuntut pengambilan keputusan secara cepat dan efisien dalam meningkatkan produktivitasnya.
Berpegang pada prinsip kemitraan, Telkom berupaya ikut menumbuhkembangkan bisnis Anda melalui solusi infokom yang tepat. Dengan coverage dan ragam layanan yang terus berkembang, serta jajaran Account Manager yang responsif, kami berkomitmen mewujudkan layanan terbaik yang mengedepankan benefit dan value
TELKOM Solution menawarkan solusi kesisteman yang mencakup:
1. Advance Communication (Basic Voice, Call Center, Audio Conference, Corporate Package).
2. Broadband & Multimedia (Internet Access, Video Conference, DRC)
3. System Automation (Intranet, Extranet, Office Automation, Security System)
4. Network Controlling & Monitoring (IT Operation, Monitoring System)
Saat ini jaringan backbone Telkom didukung dengan teknologi terkini berupa jaringan serat optik yang tergelar menghubungkan antar pulau serta sistem satelit yang menjangkau seluruh lokasi hingga kawasan regional. Jaringan Telkom juga dilengkapi dengan teknologi Multi Protocol Label Switching (MPLS) yang tersedia di lebih dari 1400 titik lokasi layanan seluruh Indonesia, yang akan memberikan kemudahan dalam mengelola jaringan data secara customized untuk keperluan tingkat prioritas aplikasi.
Beberapa keunggulan TELKOM Solution antara lain adalah:
• Functionality, mencakup layanan voice, data, video dan mendukung berbagai aplikasi bisnis. Untuk akses, tersedia layanan akses dial-up, dedicated ataupun wireless.
• Manageability, mudah dikelola dan memungkinkan pengelolaan jaringan di beberapa kota dipusatkan di satu lokasi.
• Provisioning Scalability, memungkinkan pelanggan menerapkan solusi yang lebih fleksibel karena perancangan dan implementasinya dapat disesuaikan dengan keputusan bisnis.
• Total Cost of Ownership Saving Opportunities, menawarkan harga yang kompetitif dan fleksibel, serta didukung oleh para tenaga ahli yang siap membantu kepentingan pelanggan melalui skema outsourcing.
Infrastruktur jaringan akses dan public access TELKOM sangat lengkap dan sangat siap untuk mendukung perluasan aksesibilitas sistem ICT pemerintah, meliputi jaringan PSTN (public switch telephone network), Mobile (Flexi dan TELKOMSEL), private network (VPN IP MPLS, leased channel, dll) didukung oleh akses-akses yang merupakan aset nasional seperti wartel, warnet dan community access centers.
Disamping itu TELKOM siap pula berperan sebagai partner pemerintah, TNI dan POLRI dalam menggelar sistem pelayanan yang baik, men-desiminasi informasi secara efektif dan efisien dengan meng-optimalkan layanan-layanan TELKOM dan TELKOM Group yang handal seperti
• Internet services melalui Speedy, ASTINET, Telkomnet Instan
• Telephony services baik wireline maupun wireless (Flexi dan TELKOMSEL)
• Komunikasi data
• TELKOM Vision layanan payTV dan broadcasting TV yang menjangkau seluruh tanah air Indonesia,
• komunikasi interaktif melalui in-bound dan out-bound call center PT Infomedia dan
• transaksi-transaksi elektronik dari PT Finnet Indonesia.
Sebagai penyedia jasa infokom terbesar dan tertua di Indonesia, di sisi backbone TELKOM memiliki jaringan fiber-optic, satelit dan radio transmisi yang membentang di seluruh wilayah RI dari kota-kota besar sampai pelosok-pelosok tanah air.
TELKOM satu-satunya business partner yang terpercaya bagi Pemerintah Republik Indonesia, TNI dan POLRI untuk menuju Good Corporate Governance dan transparansi.
E. Kelemahan Sistem
Dalam kasus Telkom, salah satu kelemahan yang cukup mencolok adalah jumlah pekerjanya yang terlampau besar; sehingga kurang efisien dan boros dalam anggaran untuk gaji pegawainya. Selain itu, sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
Saya menyimpulkan bahwa pihak Telkom sangat lemah dan lamban dalam mengambil keputusan sehingga sulit untuk bisa mengambil keputusan dengan baik , tetapi pemerintah terkadang juga membuat mereka untuk bisa bersikap dinamis dan royal dalam perubahan pasar . pelayanan telkom juga menurut saya harus di perbaiki, karena pengguna telkom saja sudah banyak, tetapi kadang operator sering sulit di hubungi oleh pelanggan sehingga pelayanan dalam telkom harus di perbaiki.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian bahasan “Analisis Sistem Pada Perusahaan Telkom” dapat disimpulkan bahwa :
1. Peranan PT. Telkom dalam memajukan teknologi komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang komunikasi.
2. Komunikasi bagi manusia merupakan kebutuhan yang amat sangat penting, untuk mejalani kehidupannya agar menjadi lebih baik.
3. Teknologi komunikasi kian hari semakin maju pesat seiring kemajuan zaman.
B. Saran
Bertolak dari peranan PT. Telkom yang begitu banyak sumbangsihnya dalam memajukan teknologi kominukasi, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya tidak perlu pekerja yang terlalu banyak, agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan secara efisien dan juga tidak terlalu boros dalam anggaran gaji pegawai.
2. Jangan terlalu membebani pegawai dengan berbagai peraturan dan regulasi yang justru membuat mereka menjadi lamban dalam mengambil keputusan.
LAMPIRAN
Daftar Pertanyaan :
1. Kebutuhan teknologi informasi apa saja yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat?
2. Layanan apa saja yang disediakan oleh PT. Telkom kepada masyarakat?
3. Kendala apa yang biasa dihadapi dalam melayani segala kebutuhan masyarakat?
4. Keunggulan apa yang ditawarkan kepada masyarakat sehingga mereka tertarik untuk menggunakan layanan dari PT. Telkom?
5. Bagaimana pembagian sistem kerja yang di terapkan oleh PT. Telkom?
6. Hingga saat ini bagaimana tanggapan dan minat masyarakat terhadap PT. Telkom?
7. Kira-kira berapa orang yang telah menggunakan jasa PT. Telkom hingga saat ini?
Langganan:
Postingan (Atom)
